Budaya Gorontalo
Arti Mandi Safar, Tradisi Gorontalo yang Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Mandi Safar merupakan sebuah ritual penting dalam kehidupan masyarakat Muslim di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Gorontalo Utara (Gorut).
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-09-15_Prosesi-Mandi-Safar.jpg)
Daun yang digunakan biasanya adalah daun andong (tabongo) yang kuat dan tulisannya tahan lama.
Ritual Mandi Safar ini bukan hanya tentang pembersihan jasmani, tetapi juga memiliki makna spiritual.
Masyarakat berharap agar dengan melaksanakan ritual ini, mereka bisa terhindar dari sifat penyakit hati seperti angkuh, iri, dan sombong.
Peserta Mandi Safar juga berdoa kepada Pencipta untuk mendapatkan kebaikan, kesejahteraan, dan ketaatan dalam hidup.
Ritual Mandi Safar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya dan agama masyarakat Gorut.
Pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia adalah langkah penting dalam melestarikan tradisi ini dan mempromosikannya kepada masyarakat Indonesia dan dunia sebagai warisan budaya yang kaya akan makna dan nilai-nilai kebersamaan serta spiritualitas.(*)