Adat Gorontalo

Apa Itu Biliu? Pakaian Adat Gorontalo yang Ternyata tak Bisa Dipakai Sembarangan

Biliu merupakan busana adat kebesaran yang dipakai oleh pengantin wanita yang bermakna bahwa sang gadis yang menjadi pengantin

TribunGorontalo.com
Biliu Paluwala, pakaian adat Gorontalo yang sering dipakai penganten. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Biliu merupakan baju atau pakaian khas dari Provinsi Gorontalo.

Biliu merupakan busana adat kebesaran yang dipakai oleh pengantin wanita yang bermakna bahwa sang gadis yang menjadi pengantin dan dinobatkan menjadi ratu di rumah tangganya.

Biliu ini dikenakan oleh sepasang pengantin yang akan duduk di puade (pelaminan orang Gorontalo).

Baju kebesaran Biliu ini pun tidak bisa sembarangan orang yang memakainya.

Merry Arsyad, edukator Museum Provinsi Gorontalo mengatakan Biliu ini hanya bisa digunakan oleh sepasang pengantin.

"Ini biliu hanya untuk orang nikah, dan kalau bisa hanya dipakai sekali seumur hidup," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (12/9/2023).

Menurutnya, sudah ada teguran bagi masyarakat yang menggunakan Biliu dan makuta ini dengan sembarangan.

"Pakai biliu ini sebenarnya boleh, asal jangan pakai lengkap. Pakai sunthi nya aja," lanjut warga Gorontalo ini.

Kata Merry, masyarakat Gorontalo yang memang sengaja menggunakan Biliu untuk dipentaskan itu juga sebenarnya dilarang oleh tokoh adat dan pemuka-pemuka adat.

Merry pun bercerita saat itu, dulu ada masyarakat Gorontalo yang menggunakan Biliu lengkap dan berjalan di jalanan pada saat pegelaran festival.

Gubernur yang pada saat itu memimpin provinsi Gorontalopun sempat marah kepada warga Gorontalo itu.

"Pernah ada waktu itu gubernur marah saat dia lihat ada yang pakai biliu lengkap berjalan-jalan di jalan untuk festival karnaval," ceritanya.

Setiap elemen dan ornamen yang terletak di Biliu tersebut memiliki arti yang cukup mendalam.

Misalnya Bintulo (ikat pinggang pada perempuan) memiliki makna agar sang perempuan ini ketika sudah berkeluarga ia tidak makan terlalu kenyang dan tidak membiarkan keluarganya makan dari hasil yang haram.

Selain itu, adapula kecubu tangan yang memiliki arti bahwa sang perempuan ini tidak menerima sogokan dan apapun yang haram.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved