Demo DPRD Gorontalo
Pulang Demo di Rujab Gubernur Gorontalo, Mahasiswa UNG Dilempari Batu hingga Kepala Robek
Sebuah kolase potrait memeperlihatkan kepala seorang wanita. Tampak darah mengucur, memenuhi tempat ia berbaring.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sebuah kolase potrait memeperlihatkan kepala seorang wanita. Tampak darah mengucur, memenuhi tempat ia berbaring.
Putih kasurnya mendadak merah oleh darah. Dalam foto kolase itu ditambahkan sejumput informasi.
"Pasien saat demo di Kota Gorontalo dilempari batu sampai kepala robek. Yang melempar, anda gak punya otak," tulisan yang disematkan dalam foto tersebut.
Itulah postingan akun instagram resmi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di @bemung_Official.
Unggahan itu pun diikuti oleh sikap BEM UNG yang mengutuk pelemparan batu ke masa aksi.
Informasi yang dihimpun TribunGorontalo.com, pelemparan ini terjadi saat para mahasiswa pulang usai menyampaikan aspirasinya di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Gorontalo, di Jl Nani Wartabone, Kelurahan Biawao, Kota Selatan Gorontalo.
Para mahasiswa memang pulang dengan berjalan kaki sejauh 2,4 kilometer (km) kembali ke kampus.
Namun, di tengah perjalanan itu tiba-tiba satu batu seukuran kepalan tangan mendarat di kepala seorang mahasiswi.
Belakangan diketahui, sang siswi bernama Ain Noho itu harus dilarikan ke RS Siti Khadijah Kota Gorontalo.
RS ini memang berada di jalan pulang para mahasiwa.
Merupakan RS terdekat yang bisa jadi rujukan saat insiden itu terjadi.
Hingga berita ini dimuat, belum diketahui siapa pelempar batu tersebut dan apa motifnya.
Sebab, mahasiswa dilempari batu saat dalam perjalanan pulang.
Reksa Umar, Presiden BEM UNG mengakui bahwa ia dan para mahasiswa mendapat teror saat pulang demo.
Karena itu, ia meminta agar pelaku diusut. Ia pun mengancam akan turun dengan masa yang lebih banyak.
"Kami mengecam degan keras dan akan menindaklanjuti peristiwa yang terjadi hari ini," katanya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.