Berita Populer Gorontalo

3 Berita Lokal Gorontalo Jadi Populer: Ketua DPRD Siap Mundur hingga Guru Ngaji Lecehkan Murid

Berikut 3 peristiwa lokal Gorontalo yang menjadi berita populer di portal TribunGorontalo.com

Editor: Aldi Ponge
Generated by AI
KASUS PELECEHAN -- Ilustrasi pria mengajarkan alquran, dibuat oleh kecerdasan buatan, ChatGPT. Seorang pria paruh baya diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut 3 peristiwa lokal Gorontalo yang menjadi berita populer di portal TribunGorontalo.com pada Sabtu (30/08/2025).

Ada berita Thomas Mopili nyatakan siap mundur dari Ketua DPRD Provinsi Gorontalo.

Selain itu berita oknum guru ngaji sering lecehkan murid di masjid Gorontalo, kedok terbongkar setelah korban curhat

Hingga berita RS Bhayangkara Gorontalo klarifikasi isu keterlambatan gaji nakes dan stok obat.

Berikut ulasan 3 berita lokal Gorontalo yang populer di Tribun Gorontalo : 

1). Thomas Mopili Siap Mundur dari Ketua DPRD Provinsi Gorontalo karena Alasan Ini

Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, menegaskan komitmennya di hadapan massa aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Aksi yang berlangsung sejak Jumat (29/8/2025) semakin memanas ketika ratusan mahasiswa berhasil menduduki Rumah Dinas (Rudis) Gubernur Gorontalo.

Situasi tegang terjadi di depan pintu masuk Rudis. Massa aksi yang memenuhi halaman menolak bernegosiasi dan menuntut agar tuntutan mereka disampaikan langsung kepada Gubernur Gorontalo, Ketua DPRD, dan Kapolda Gorontalo.

Dari ketiga nama tersebut, hanya Thomas Mopili yang hadir di lokasi. Koordinator lapangan (korlap) aksi bersuara lantang meminta agar Gubernur dan Kapolda segera hadir.

"Kami meminta keduanya harus ada hari ini," tegasnya.

Informasi yang beredar menyebutkan Gubernur Gorontalo sedang berada di luar daerah. Situasi ini mendorong massa untuk menuntut komitmen tertulis yang menjamin kehadiran ketiga tokoh pada pertemuan lanjutan, Senin mendatang.

Di tengah desakan massa, Thomas Mopili membuat pernyataan mengejutkan. Ia menyatakan siap mempertaruhkan jabatannya jika Gubernur dan Kapolda tidak hadir pada Senin, 1 September 2025.

"Kalau sampai gubernur dan Kapolda tidak hadir, maka Ketua DPRD mundur dari Ketua DPRD," tegas Thomas di hadapan ratusan mahasiswa.

Pernyataan tersebut langsung disambut sorak-sorai mahasiswa dan menjadi penanda berakhirnya aksi hari itu.

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved