Demo DPRD Gorontalo

Identitas Mahasiswi UNG Korban Lemparan Batu Usai Demo di Rujab Gubernur Gorontalo, Kepala 6 Jahitan

Seorang mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadi korban pelemparan batu usai mengikuti aksi demonstrasi di Kota Gorontalo

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Jefri, TribunGorontalo.com
DEMO MAHASISWA - Tampak ratusan mahasiswa padati halaman Rujab Gubernur Gorontalo, Jumat (29/8/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Seorang mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadi korban pelemparan batu usai mengikuti aksi demonstrasi di Kota Gorontalo, Jumat (29/8/2025).

Mahasiswi bernama lengkap Hayatun C Noho atau Ain Noho itu mengalami luka serius di bagian kepala dan kini menjalani perawatan jalan.

Pantauan di Rumah Sakit Sitti Khadijah, Jalan Panjaitan, Kota Gorontalo, Sabtu (30/8/2025), korban sudah dipulangkan sejak Jumat malam.

“Sudah kembali pak, yang bersangkutan dirawat jalan,” kata salah satu tenaga medis yang bertugas di instalasi pelayanan.

Kondisi Korban

Informasi yang dihimpun, Hayatun Noho merupakan mahasiswi jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Komunikasi UNG, angkatan 2024.

Ia tercatat sebagai warga Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

Virvandi, rekan korban yang ikut aksi demonstrasi, membenarkan bahwa Hayatun mengalami luka cukup parah pada bagian kepala akibat lemparan batu.

“Masih pemulihan sekarang di rumah, korban tidak mau dirawat inap jadi hanya rawat jalan. Kepalanya kena enam jahitan, luar dan dalam,” ujar Virvandi melalui pesan WhatsApp.

Kronologi Insiden

Insiden pelemparan batu terjadi saat massa aksi UNG selesai menyampaikan aspirasi di depan Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Jalan Nani Wartabone, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan.

Para mahasiswa kemudian berjalan kaki sejauh sekitar 2,4 kilometer menuju kampus. Di tengah perjalanan, sebuah batu berukuran sebesar kepalan tangan tiba-tiba menghantam kepala Hayatun.

Korban segera dievakuasi ke RS Sitti Khadijah yang menjadi rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian.

Hingga kini identitas pelaku pelemparan belum diketahui. Motif di balik insiden tersebut pun masih menjadi tanda tanya.

Presiden BEM UNG, Reksa Umar, menyatakan pihaknya mendapat teror ketika mahasiswa pulang dari aksi. Ia mengecam keras peristiwa ini dan meminta aparat segera mengusut tuntas pelakunya.

“Kami mengecam dengan keras dan akan menindaklanjuti peristiwa yang terjadi hari ini. Jika tidak diusut, kami akan turun dengan massa yang lebih banyak,” tegas Reksa.

Tak Bertemu Gubernur

Sayangnya, dalam aksi tersebut rupanya mahasiswa tak berhasil bertemu Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.

Terungkap, saat  yang sama Gusnar tengah berada di Jakarta, melobi sejumlah urusan. 

Namun melalui juru bicaranya, Alvian Mato, Gusnar menegaskan jika ia akan segera kembali.

Gusnar pun berjanji akan menemui mahasiswa pada Senin 01 September nanti. 

(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved