Keliru Pakai Biliu, Miss Grand Venezuela Disebut Bisa Kena Hukum Adat Gorontalo
Kekeliruannya Luiseth Materan menggunakan biliu dengan tudung Makuta seperti mempermainkan adat Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/18102022_Sekjen-Dewan-Adat-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sekjen Dewan Adat Gorontalo, Alim Niode menyebut Luiseth Materan, Miss Grand Venezuela 2022 bisa kena hukum adat.
Kekeliruannya Luiseth Materan menggunakan biliu dengan tudung Makuta seperti mempermainkan adat Gorontalo. Meski, kemungkinan hal tersebut hanya sebatas ketidaktahuannya saja.
“Dari sisi pandangan secara sepihak ini sama seperti mempermainkan salah satu dari hak milik atau aset adat Gorontalo dan ini melukai perasaan masyarakat Adat Gorontalo,” kata Alim Niode, Selasa (18/10/2022).
Diakuinya, kejadian serupa memang tidak hanya sekali ini saja. Sebelumnya, wakil Gorontalo pada ajang pemilihan putri Kebudayaan Indonesia 2019 lalu, dikecam karena menggunakan kreasi biliu yang tidak sesuai.
“Ini sudah empat kali masuk ke dewan adat, yang pertama itu kejadian lokal, kedua ini mahasiswa yang memenangkan event lomba menggunakan busana adat Gorontalo, ketiga salah satu kepala daerah yang menggunakan busana yang salah, dan yang ini yang ke empat,” katanya.
Karena itu, kejadian semacam ini mestinya jadi pelajaran ke depan. Sebab, mestinya ada penanggungjawab dalam setiap kejadian ini.
Misalnya terkait penggunaan pakaian adat, mestinya otoritas yang bertanggung jawab menghubungi pihak yang kompeten untuk berkonsultasi.
“Yang bertanggung jawab orang yang menggunakan itu (pakaian adat Gorontalo) sama yang membackup si miss venezuela. Dia dapatnya dari mana (pakaian adat Gorontalo)? apakah dia bertanya atau tidak,” tukas Alim.
Agar kejadian serupa juga tidak terjadi, perlu adanya perlindungan terhadap barang adat, misalnya dengan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Menurutnya, HAKI bisa melindungi kekayaan budaya Gorontalo.
Sementara itu, Ali Mobiliu, Pegiat Budaya memaklumi kekeliruan Miss Grand Venezuela 2022 saat menggunakan pakaian adat Gorontalo.
Menurutnya, kekeliruan itu bisa dimaklumi, apalagi pelakunya adalah orang luar negeri. Kekeliruan menegaskan, bahwa referensi budaya Gorontalo belum sepenuhnya diakses luas.
"Jika itu dilakukan oleh orang luar negeri itu bisa dimaklumi,” ungkap Ali Mobiliu saat di konfirmasi Tribungorontalo.com melalui via Telepon Senin (17/10/2022).
Kekeliruan itu jadi masalah serius, jika pelakunya adalah warga Gorontalo. "Kalau warga Gorontalo yang melakukan itu, salah besar dan itu perlu disalahkan," kata Ali.
Meski begitu, ada keuntungan juga ketika kesalahan itu terjadi. Sebab, jadi sumber pembelajaran untuk masyarakat luas.
"Terutama seluruh pemerintah Gorontalo untuk terus mengangkat, mensosialisasikan dan mempublikasikan adat istiadat Gorontalo secara utuh, terus menerus melalui berbagai media, jurnal, buku secara digital agar bisa mendunia," jelas dia.