Selasa, 3 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-505: Militer Rusia Lucuti Senjata Tentara Bayaran Wagner

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-505, Kamis (13/7/2023): kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner, menyerahkan senjatanya kepada otoritas.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-505: Militer Rusia Lucuti Senjata Tentara Bayaran Wagner
AFP/Olga MALTSEVA
Foto: Pengunjung mengenakan kamuflase militer berdiri di pintu masuk 'Pusat PMC Wagner' di Saint Petersburg, pada 4 November 2022. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-505 pada Kamis, 13 Juli 2023: militer Rusia melucuti senjata kelompok tentara bayaran Wagner. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Persenjataan kelompok tentara bayaran Wagner, yang sempat ikut berperang di Ukraina, kini dilucuti oleh Rusia imbas dari pemberontakan beberapa waktu lalu.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Kamis (13/7/2023) atau hari ke-505 perang Ukraina, Wagner tengah menyelesaikan penyerahan perangkat keras dan senjata militernya kepada angkatan bersenjata reguler Rusia.

Hal itu disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia, dua minggu setelah pemberontakan Wagner ke Ibu Kota Rusia, Moskow.

Pada Rabu (12/7/2023), Kemenhan Rusia mengumumkan bahwa pihaknya telah menerima lebih dari 2.000 perangkat keras militer, termasuk tank, peluncur roket bergerak, dan sistem anti-pesawat.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-504: Dukung Ukraina, Australia Bakal Kirim Pesawat Pengintai

Disebutkan telah diberikan "lebih dari 2.500 ton berbagai jenis amunisi dan sekitar 20.000 senjata ringan".

Banyak peralatan, kata Kemenhan Rusia, belum pernah digunakan dalam pertempuran sebelumnya.

Pelucutan senjata Wagner mencerminkan upaya otoritas Rusia untuk meredakan ancaman yang ditimbulkan oleh tentara swasta dan sang Bos, Yevgeny Prigozhin, meskipun nasibnya masih belum pasti.

Di bawah ketentuan kesepakatan yang mengakhiri pemberontakan, dia seharusnya pergi ke pengasingan di Belarusia, namun Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan pekan lalu bahwa tentara Wagner tetap berada di kamp mereka dan Prigozhin berada di Rusia.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-492: Tentara Bayaran Wagner Akhirnya Lepas Tangan dari Invasi

Sebelumnya pada Senin (10/7/2023), Kremlin mengatakan bahwa Prigozhin dan 34 pejabat puncaknya bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 29 Juni, lima hari setelah pemberontakan.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan komandan Wagner berjanji setia kepada Putin dan bahwa mereka siap "terus berjuang untuk Tanah Air".

Putin menyatakan bahwa pasukan Wagner diminta untuk menandatangani kontrak dengan kementerian pertahanan, pindah ke Belarus atau pensiun dari dinas.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-490: NATO Siap Lindungi Anggotanya Menyusul Pindahnya Wagner

Sementara itu, Kemenhan Rusia yang merilis foto-foto peralatan di lokasi yang dirahasiakan, mengatakan bahwa senjata Wagner telah dipindahkan ke posisi belakang di mana peralatan itu bisa dirawat atau diperbaiki.

Untuk diketahui, Wagner sempat dikerahkan untuk ikut membantu pasukan reguler Rusia dalam menginvasi Ukraina.

Seiring berjalannya waktu, Wagner yang memainkan peran kunci dalam ofensif Ukraina, berusaha menggulingkan kepemimpinan militer Rusia selama pemberontakan, yang berakhir dalam waktu kurang dari 24 jam.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-488: Pemberontakan Wagner Tak Pengaruhi Pertempuran Bakhmut

Akibat konflik internal dengan pemerintahan Rusia, Wagner pun memutuskan untuk mundur dari invasi di Ukraina yang dimulai sejak 24 Februari 2022 ini.

Pada saat itu, Putin mengutuk pemberontakan sebagai tindakan pengkhianatan dan mengancam hukuman berat bagi mereka yang terlibat, namun kasus pidana terhadap Prigozhin dibatalkan beberapa jam kemudian sebagai bagian dari kesepakatan.

Dalam waktu bersamaan, pemimpin Wagner tampaknya masih menghadapi tuntutan atas kesalahan keuangan atau tuduhan lainnya.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-486: Militer Rusia Dituding Bunuh Tentara Bayaran Wagner

Pemberontakan itu merupakan ancaman terbesar bagi Putin dalam lebih dari dua dekade kekuasaannya, meskipun Prigozhin yang telah lama dianggap dekat dengan Putin, bersikeras bahwa pemberontakan itu bukan ditujukan kepada sang presiden melainkan kepada Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Kepala Staf Umum Militer Jenderal Valery Gerasimov.

Meski demikian, keduanya tetap di posisi mereka.

Selain itu, ketidakpastian melingkupi nasib Jenderal Sergei Surovikin, Wakil komandan pasukan Rusia yang bertempur di Ukraina, yang dikabarkan memiliki hubungan dengan Prigozhin.

Andrei Kartapolov, seorang pensiunan jenderal yang mengepalai komite urusan pertahanan di majelis rendah parlemen Rusia, mengatakan pada hari Rabu bahwa Surovikin sedang "beristirahat" dan "saat ini tidak tersedia", tetapi menolak menjelaskan lebih lanjut.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved