Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-505: Menhan Inggris Ingin Ukraina Tunjukkan Rasa Terima Kasih

Kondisi terkini perang Rusia, Kamis (13/7/2023): Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace menuntut rasa terima kasih Ukraina kepada Barat.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
tribunnews
Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-505 pada Kamis, 13 Juli 2023: Wallace menginginkan Ukraina menunjukkan rasa terima kasih kepada Barat yang telah membantunya selama diinvasi Rusia. 

“Saya tahu dia dan orang-orangnya berterima kasih kepada Inggris,” kata Sunak.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-502: Pertahanan Rusia Jatuhkan 4 Rudal di Wilayah Perbatasan

- Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengakhiri KTT NATO pada Rabu (12/7/2023), dengan mencela Putin sebagai "pendamba".

Dalam kesempatan itu, Biden juga menjanjikan dukungan penuh kepada Zelensky bahkan tanpa keanggotaan dalam aliansi militer NATO.

Biden, yang menjadikan penyatuan negara-negara NATO sebagai prioritas kebijakan luar negeri, menilai Putin sangat meremehkan tekad mereka.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-500: Setujui Kirim Bom Tandan, Presiden AS Joe Biden Dikecam

- Zelensky mengklaim bahwa Ukraina telah membangun fondasi untuk menjadi anggota NATO.

"Ini sangat penting. Untuk pertama kalinya sejak kemerdekaan kami, kami telah membangun landasan keamanan bagi Ukraina dalam perjalanannya menuju NATO,” kata Zelenskiy dalam pidato video malamnya.

“Ini adalah jaminan keamanan konkret yang dikonfirmasi oleh tujuh negara demokrasi teratas dunia. Belum pernah kami memiliki basis keamanan seperti itu dan berada di level G7.” lanjutnya.

Zelensky menegaskan kembali pernyataan yang dia buat pada pertemuan puncak di Lituania bahwa “kami telah menghilangkan keraguan atau ambiguitas tentang apakah Ukraina akan berada di NATO. Bisa jadi."

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-499: Korban Tewas Serangan Apartemen Lviv Bertambah Jadi 7 Jiwa

- G7 menandatangani deklarasi yang menguraikan dukungan untuk Ukraina dan membantu reformasi pemerintahan yang diperlukan untuk 'aspirasi Euro-Atlantik'.

Negara-negara anggota mengatakan mereka akan memberikan dukungan keamanan dan ekonomi.

Ini termasuk peralatan militer modern, lintas darat, udara, dan laut, pembagian intelijen dan pelatihan pasukan Ukraina sebagai imbalan atas komitmen Ukraina untuk melakukan reformasi “untuk menggarisbawahi komitmennya terhadap demokrasi, aturan hukum, penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan media”.

Selain itu, hal tersebut “menempatkan ekonominya pada jalur yang berkelanjutan” dan memperkuat “kontrol sipil yang demokratis atas militer”.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-498: Bertentangan, Rusia Klaim Serang 3 Kelompok di Bakhmut

- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan aksesi NATO Swedia tidak akan dimasukkan ke parlemen Turki sampai musim gugur saat dibuka kembali.

Berbicara pada konferensi pers setelah KTT NATO di Vilnius, Erdogan mengatakan bahwa Swedia akan memberikan peta jalan bagi Turki mengenai langkah-langkah untuk melawan dugaan terorisme sebelum ratifikasi.

- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mengusulkan kepada Putin bahwa ia memperpanjang kesepakatan yang memungkinkan ekspor biji-bijian Laut Hitam yang aman dari Ukraina sebagai imbalan untuk menghubungkan anak perusahaan bank pertanian Rusia ke sistem pembayaran internasional SWIFT, sumber mengatakan kepada Reuters.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved