Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-454: Alasan Presiden Afrika Ingin Damaikan Kyiv-Moskow

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-454, Selasa (23/5/2023): 6 pemimpin Afrika akan mengunjungi Moskow dan Kyiv untuk memaparkan rencana perdamaian

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP/LUDOVIC MARIN
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa berbicara pada peluncuran prakarsa untuk mendukung produksi vaksin di kampus "Masa Depan Afrika" di Pretoria, pada 28 Mei 2021. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-454 pada Selasa, 23 Mei 2023: para pemimpin Afrika akan mengunjungi Moskow dan Kyiv untuk memaparkan rencana perdamaian mereka. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Afrika turut turun tangan dalam upaya mendamaikan Rusia dan Ukraina yang terlibat perang sejak 24 Februari 2022 lalu.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Selasa (23/5/2023) atau hari ke-454 perang, sejumlah 6 pemimpin Afrika mengusulkan agar Ukraina menerima pembukaan pembicaraan damai dengan Rusia meski invasi masih berlangsung.

Hal tersebut disampaikan kepresidenan Afrika Selatan, saat para pejabat Afrika Selatan bersiap untuk mengunjungi Rusia dan Ukaina guna memaparkan gagasan perdamaian tersebut.

“Pertama adalah penghentian permusuhan. Kedua adalah kerangka kerja untuk perdamaian abadi,” kata Juru Bicara Kepresidenan Afrika Selatan Vincent Magwenya.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-453: Zelensky Minta G7 Pastikan Rusia Jadi Agresor Terakhir

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengumumkan prakarsa tersebut pada 16 Mei 2023 lalu.

Sedangkan Presiden Macky Sall dari Senegal, ketua Uni Afrika tahun lalu yang negaranya tidak hadir pada pemungutan suara terbaru PBB yang mengutuk Rusia pada Februari, memimpin prakarsa ini.

Ini termasuk Presiden Abdel Fattah el-Sisi dari Mesir dan Hakainde Hichilema dari Zambia, yang keduanya memilih resolusi tersebut, serta Denis Sassou Nguesso dari Republik Kongo, hingga Yoweri Museveni dari Uganda, yang keduanya abstain.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-451: Zelensky Puji Biden karena Dukung Latihan Jet F-16

Misi perdamaian diperkirakan ini akan melakukan perjalanan ke Ibu Kota Rusia, Moskow dan Ibu Kota Ukraina, Kyiv pada awal Juni.

“Presiden saya menegaskannya dengan sangat jelas, (tidak akan ada) pembicaraan antara Ukraina dan Rusia kecuali Rusia meninggalkan wilayah kami dalam perbatasan yang diakui secara internasional,” ungkap Duta Besar Ukraina untuk Afrika Selatan Liubov Abravitova dalam sebuah pesan teks.

"Kami akan menerima semua delegasi dan berbicara kepada mereka." tambahnya.

Meski demiakian pihak kedutaan Rusia tidak segera menanggapi permintaan komentar tersebut.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-450: AS Salah Hitung Harga Senjata yang Dikirim ke Ukraina

Alasan Afrika Ikut Turun Tangan

Dilansir TribunGorontalo.com dari AP, titik awal utama untuk Afrika adalah biji-bijian dan pupuk.

Mengingat perang telah sangat membatasi ekspor biji-bijian dari Ukraina dan pupuk dari Rusia, sehingga memperburuk kerawanan pangan dan kelaparan global.

Afrika telah menjadi salah satu benua yang paling terpukul.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-449: Serangan Rudal Targetkan Kyiv, Sistem Patriot AS Hancur?

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved