Jumat, 6 Maret 2026

Angka Stunting Kabupaten Gorontalo Tertinggi se-Provinsi, Nelson Pomalingo Mulai ‘Pasang Kuda-kuda’ 

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 persentase stunting Kabupaten Gorontalo berada di angka 30,8 persen.

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Angka Stunting Kabupaten Gorontalo Tertinggi se-Provinsi, Nelson Pomalingo Mulai ‘Pasang Kuda-kuda’ 
TribunGorontalo.com
Ilustrasi stunting di Kabupaten Gorontalo. 

Pemerintah daerah berupaya memperbaiki Rata-rata Lama Sekolah (RLS) melalui program paket A, B dan C.

"Apa yang terjadi? Dia punya kemampuan, keterampilan, life skill, termasuk lingkungan keluarga, didalamnya juga adalah materi stunting," ungkap Nelson.

"Karena mereka orang-orang sudah putus sekolah yang sudah usia lanjut bahkan sudah punya keluarga dan lain sebagainya," imbuhnya.

Beberapa waktu lalu, Kabupaten Gorontalo dikategorikan daerah minim pengangguran dengan angka kemiskinan tinggi.

Bupati Gorontalo, Prof Nelson Pomalingo mengatakan, penyebab utamanya adalah 60 persen penduduk Kabupaten Gorontalo lulusan Sekolah Dasar (SD).

Baca juga: Hamim Pou Sebut Standar Stunting WHO Tak Relevan dengan Kondisi Anak Indonesia

"Kenapa pengangguran kita rendah tapi kemiskinan masih tinggi? Karena upah kita di bawah. Kenapa di bawah? Karena lulusan SD," ujar Nelson dalam sambutannya di acara Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD tahun 2024, Senin (6/2/2023).

Selain itu, rendahnya angka Harapan Lama Sekolah (HLS) membuat Kabupaten Gorontalo tergolong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah di Provinsi Gorontalo.

"Kenapa IPM-nya masih rangking 3 kalau tak salah atau rangking 4? Padahal kesehatan kita bagus, ekonomi kita baik, karena pendidikan kita rata-rata SD," tutur Ketua DPW PPP Gorontalo tersebut.

Karena itu, lanjut Nelson, pemerintah mendorong pendidikan non-formal.

Bupati kelahiran Limboto ini mengungkapkan, hingga kini hampir 6 ribu warga Gorontalo sudah mengikuti program pendidikan kesetaraan tersebut. 

"Sehingga mereka nanti akan menjadi lulusan SMA akan menambah lama sekolah, dan IPM kita akan naik," jelas dia. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved