Angka Stunting Kabupaten Gorontalo Tertinggi se-Provinsi, Nelson Pomalingo Mulai ‘Pasang Kuda-kuda’
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 persentase stunting Kabupaten Gorontalo berada di angka 30,8 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1632023_stunting.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Angka stunting Kabupaten Gorontalo tertinggi se-provinsi Gorontalo.
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, persentase stunting Kabupaten Gorontalo berada di angka 30,8 persen.
Karena itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengaku akan mulai melakukan penurunan angka stunting di wilayah itu.
Hal itu disampaikan Nelson Pomalingo dalam kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Gorontalo sekaligus Pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting pada Kamis (16/3/2023).
Menurutnya, efek stunting cenderung menyerang otak manusia sehingga tidak bisa berpikir normal.
Baca juga: Masih di Angka 19 Persen, Angka Stunting Kota Gorontalo Diusahakan Turun hingga 14 Persen
Ia mengibaratkan dampak stunting itu seperti burung yang diberikan kemampuan membangun rumah dari rumput.
Tetapi, bertahun-tahun rumah itu tidak berkembang dari segi cara pembuatan hingga hasilnya.
Dengan demikian, manusia bila terdampak stunting itu menghambat pola pikir, sehingga kesulitan berinovasi.
"Karena itu, apa yang kita lakukan ini sangat strategis bagi masa depan daerah," jelas Nelson Pomalingo dalam sambutannya saat kegiatan Rembuk Stunting di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Kamis (16/3/2023).
Baca juga: Penurunan Stunting Pohuwato Jadi Rujukan, Bone Bolango pun Studi Tiru
Saat ini angka stunting Kabupaten Gorontalo turun menjadi 30,8 persen.
Bupati Gorontalo dua periode ini menegaskan persoalan stunting tidak hanya masalah kesehatan saja.
Tetapi didalamnya terdapat masalah ekonomi dan pendidikan.
Sedangkan faktor pendidikan memengaruhi angka kemiskinan yang secara menyeluruh memunculkan stunting.
Karena itu, lanjut Nelson, pihaknya berupaya menekan angka kemiskinan melalui sektor pendidikan.
Sebagaimana diketahui, 60 persen masyarakat Kabupaten Gorontalo tidak lulus SD.