Breaking News
Minggu, 8 Maret 2026

Angka Stunting Kabupaten Gorontalo Tertinggi se-Provinsi, Nelson Pomalingo Mulai ‘Pasang Kuda-kuda’ 

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 persentase stunting Kabupaten Gorontalo berada di angka 30,8 persen.

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Angka Stunting Kabupaten Gorontalo Tertinggi se-Provinsi, Nelson Pomalingo Mulai ‘Pasang Kuda-kuda’ 
TribunGorontalo.com
Ilustrasi stunting di Kabupaten Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Angka stunting Kabupaten Gorontalo tertinggi se-provinsi Gorontalo. 

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, persentase stunting Kabupaten Gorontalo berada di angka 30,8 persen.

Karena itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengaku akan mulai melakukan penurunan angka stunting di wilayah itu.

Hal itu disampaikan Nelson Pomalingo dalam kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Gorontalo sekaligus Pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting pada Kamis (16/3/2023).

Menurutnya, efek stunting cenderung menyerang otak manusia sehingga tidak bisa berpikir normal.

Baca juga: Masih di Angka 19 Persen, Angka Stunting Kota Gorontalo Diusahakan Turun hingga 14 Persen

Ia mengibaratkan dampak stunting itu seperti burung yang diberikan kemampuan membangun rumah dari rumput.

Tetapi, bertahun-tahun rumah itu tidak berkembang dari segi cara pembuatan hingga hasilnya.

Dengan demikian, manusia bila terdampak stunting itu menghambat pola pikir, sehingga kesulitan berinovasi.

"Karena itu, apa yang kita lakukan ini sangat strategis bagi masa depan daerah," jelas Nelson Pomalingo dalam sambutannya saat kegiatan Rembuk Stunting di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Kamis (16/3/2023).

Baca juga: Penurunan Stunting Pohuwato Jadi Rujukan, Bone Bolango pun Studi Tiru

Saat ini angka stunting Kabupaten Gorontalo turun menjadi 30,8 persen.

Bupati Gorontalo dua periode ini menegaskan persoalan stunting tidak hanya masalah kesehatan saja. 

Tetapi didalamnya terdapat masalah ekonomi dan pendidikan.

Sedangkan faktor pendidikan memengaruhi angka kemiskinan yang secara menyeluruh memunculkan stunting.

Karena itu, lanjut Nelson, pihaknya berupaya menekan angka kemiskinan melalui sektor pendidikan.

Sebagaimana diketahui, 60 persen masyarakat Kabupaten Gorontalo tidak lulus SD.

Pemerintah daerah berupaya memperbaiki Rata-rata Lama Sekolah (RLS) melalui program paket A, B dan C.

"Apa yang terjadi? Dia punya kemampuan, keterampilan, life skill, termasuk lingkungan keluarga, didalamnya juga adalah materi stunting," ungkap Nelson.

"Karena mereka orang-orang sudah putus sekolah yang sudah usia lanjut bahkan sudah punya keluarga dan lain sebagainya," imbuhnya.

Beberapa waktu lalu, Kabupaten Gorontalo dikategorikan daerah minim pengangguran dengan angka kemiskinan tinggi.

Bupati Gorontalo, Prof Nelson Pomalingo mengatakan, penyebab utamanya adalah 60 persen penduduk Kabupaten Gorontalo lulusan Sekolah Dasar (SD).

Baca juga: Hamim Pou Sebut Standar Stunting WHO Tak Relevan dengan Kondisi Anak Indonesia

"Kenapa pengangguran kita rendah tapi kemiskinan masih tinggi? Karena upah kita di bawah. Kenapa di bawah? Karena lulusan SD," ujar Nelson dalam sambutannya di acara Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD tahun 2024, Senin (6/2/2023).

Selain itu, rendahnya angka Harapan Lama Sekolah (HLS) membuat Kabupaten Gorontalo tergolong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah di Provinsi Gorontalo.

"Kenapa IPM-nya masih rangking 3 kalau tak salah atau rangking 4? Padahal kesehatan kita bagus, ekonomi kita baik, karena pendidikan kita rata-rata SD," tutur Ketua DPW PPP Gorontalo tersebut.

Karena itu, lanjut Nelson, pemerintah mendorong pendidikan non-formal.

Bupati kelahiran Limboto ini mengungkapkan, hingga kini hampir 6 ribu warga Gorontalo sudah mengikuti program pendidikan kesetaraan tersebut. 

"Sehingga mereka nanti akan menjadi lulusan SMA akan menambah lama sekolah, dan IPM kita akan naik," jelas dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved