Surat Sakti DPP Akhiri Polemik PPP Kota Gorontalo
Sebelumnya, Achmad Monoarfa mengaku mengantoni SK resmi dan mengaku dirinyalah sebagai ketua PPP Kota Gorontalo.
Penulis: Risman Taharudin |
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Surat Keterangan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mengakhiri polemik internal di PPP Kota Gorontalo.
DPP mengeluarkan SK resmi. Menyerahkan jabatan ketua DPC PPP Kota Gorontalo kepada Rivai Bukusu.
Sebelumnya, Achmad Monoarfa mengaku mengantongi SK resmi dan mengaku dirinyalah sebagai ketua PPP Kota Gorontalo.
DPP PPP menerbitkan SK Kepengurusan dengan Nomor 0796/SK/DPP/C/II/2023 tentang pengesahan perubahan susunan kepengurusan DWP PPP Kota Gorontalo masa bakti 2021-2026.
Pada SK Kepengurusan yang diterbitkan DPP PPP (9/2/2023), tertuang susunan personalia pengurus harian DPC PPP Kota Gorontalo masa bakti 2021-2026.
Baca juga: PUPR Sebut Proyek Kanal Tanggidaa Gorontalo tak Hanya Cegah Banjir, Juga Atasi Kemacetan
Baca juga: Dualisme di DPC PPP Kota Gorontalo Berlarut-larut, DPW Hanya Mengakui Achmad Monoarfa sebagai Ketua
Surat itu ditandatangani Plt Ketua umum Muhamad Mardiono dan Sekretaris Jenderal Moh Arwani Thomafi.
Dalam surat itu menyatakan, DPC PPP Kota Gorontalo selanjutnya akan dipimpin Ketua Mohamad Rivai Bukusu dengan Sekretaris Oktarjon Ilahude, Bendahara Rolly kadullah.
Usai menerima surat tersebut, Mohamad Rivai Bukusu langsung menggelar rapat pimpinan harian DPC PPP kota Gorontalo di Gedung DPRD Kota Gorontalo.
“Alhamdulillah saat Ketua DPW tiba di Gorontalo, kami segera menyerahkan SK yang diamanahkan DPP untuk diberikan kepada DPW PPP Gorontalo.” kata dia.
Kata Rivai, penyelenggaraan Rapat Pinhar tersebut segera dilaksanakan mengingat seluruh Fraksi PPP Se-Indonesia akan melangsungkan workshop pada minggu ini.
Apalagi rapat tersebut digelar mengingat sudah begitu banyak ketertinggalan atas kerja-kerja partai di Gorontalo.
Baca juga: DPC PPP Kota Gorontalo Pecat Anggotanya dari Fraksi di DPRD
Baca juga: Pohuwato Berhasil Tekan Prevalensi Stunting, dari 34,6 Persen Jadi 6,4 Persen, Begini Strateginya
Rapat Pinhar ini menjadi langkah strategis yang memutuskan beberapa poin. Seperti perubahan alat kelengkapan dewan.
Kata Rivai, perihal polemik yang sebelumnya terjadi, ia memutuskan tidak akan melakukan gerakan tambahan.
Menurutnya, itu adalah polemik biasa. Layaknya rumah tangga, pasti ada ribut-ributnya, kata dia.
“Dan ribut dalam satu keluarga itu soal biasa. Mereka itu bagian dari kami juga maka saya tidak berpikir melaporkan balik. Malah saya berharap kita bangun partai ini bersama-sama, saya tegaskan tidak ada menang dan kalah di sini sebab ini bukan sebuah pertandingan." tegasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.