Senin, 9 Maret 2026

Anies Baswedan Akhirnya Bicara soal Utang Rp 50 M, Sebut Bukan dari Sandiaga Uno: Itu yang Menjebak

Anies Baswedan menegaskan utang Rp 50 miliar yang jadi perbincangan bukan utangnya kepada Sandiaga Uno, dimana Menparekraf itu hanya jadi penjamin.

Tayang:
Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Anies Baswedan Akhirnya Bicara soal Utang Rp 50 M, Sebut Bukan dari Sandiaga Uno: Itu yang Menjebak
Kolase TribunGorontalo.com
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam momen Pilkada DKI 2017. Anies Baswedan menegaskan utang Rp 50 miliar yang jadi perbincangan bukan utangnya kepada Sandiaga Uno, dimana Menparekraf itu hanya jadi penjamin. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Sempat ramai isu soal Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki utang Rp 50 miliar pada Sandiaga Uno.

Terkait hal tersebut, Anies Baswedan pun akhirnya angkat bicara.

Seabagaimana dilansir TribunWow.com, Anies Baswedan secara terang-terangan mengakui tentang adanya utang tersebut.

Namun Anies Baswedan menegaskan bahwa utang tersebut bukan utangnya kepada Sandiaga Uno, dimana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) itu hanya berperan sebagai penjamin saja.

 

 

Baca juga: 369 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Jusuf Kalla Belum Pasti Dukung Anies, Joman ke Puan?

Baca juga: 370 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024, Hensat: Perjanjian Utang Anies-Sandiaga, Kalau Menang Selesai

Hal itu diungkap Anies Baswedan dalam kanal YouTube Merry Riana, Sabtu (11/2/2023).

Dalam kesempatan itu, Anies menjelaskan adanya pihak yang bersedia mendukungnya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, 2017 lalu.

Namun kala itu ada perjanjian yang harus ditandatangani Anies.

"Ada dukungan, yang memberi dukungan ini meminta dicatat sebagai utang," ucap Anies.

"Lalu kami sampaikan, bila ini berhasil maka itu dicatat sebagai dukungan."

"Bila kita tidak berhasil dalam Pilkada itu menjadi utang yang harus dikembalikan," sambungnya.

Anies lantas menegaskan peran Sandiaga Uno dalam perjanjian tersebut.

 

Menparekraf Sandiaga Uno (kiri) dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan). Terbaru, pengamat politik Hendri Satrio menyebut utang Rp 50 M Anies Baswedan pada Sandiaga Uno sudah lunas meski sang mantan gubernur tak membayar.
Menparekraf Sandiaga Uno (kiri) dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan). Terbaru, Anies Baswedan buka suara soal isu utang Rp 50 miliar pada Sandiaga Uno. (Kolase/Tribunnews/Instagram @aniesbaswedan)

 

Baca juga: 371 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Netizen Minta Anies Baswedan Turunkan Harga BBM

Ia menyebut Sandiaga Uno hanyalah sebagai penjamin, bukan pemberi utang.

"Itu kan dukungan, yang menjamin Pak Sandi," ujar Anies.

"Jadi uangnya bukan dari Pak Sandi."

"Itu ada pihak ketiga yang mendukung, kemudian saya menyatakan, ada surat pernyataan utang saya yang tanda tangan," sambungnya.

Calon presiden (Capres) Pilpres 2024 itu pun membeberkan isi perjanjian yang ditandatanganinya dulu.

Anies mengaku tak perlu mengembalikan uang miliaran rupiah tersebut karena berhasil merebut kursi gubernur DKI pada 2017.

"Di dalam surat itu saya sampaikan 'Apabila Pilkada kalah maka saya dan Pak Sandiaga Uno berjanji akan mengembalikan. Apabila kami menang Pilkada maka ini dinyatakan sebagai utang, selesai'," ucap Anies.

"Jadi itulah yang terjadi, makanya begitu Pilkada selesai, menang, selesai."

Baca juga: 372 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Anies Baswedan Doakan Korban Gempa Turki - Suriah

Anies mengaku sengaja membuat perjanjian tersebut karena enggan terjerat praktik korupsi selama menjabat.

"Kalau kalah saya akan berada di luar pemerintahan, di situlah saya cari uang untuk mengembalikan," kata Anies.

"Kalau saya menang, saya di pemerintahan, saya tidak cari uang di pemerintahan untuk membayar itu."

"Kalau tidak saya harus ngumpulin uang bayar itu, bukankah itu yang menjebak kita selama ini," tukasnya.

Anies Baswedan Tak Pamit pada Prabowo

Politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade angkat tangan soal kontroversi utang Rp 50 miliar Anies Baswedan pada Sandiaga Uno.

Dilansir TribunWow.com, Andre Rosiade mengaku tak tahu alasan Sandiaga Uno akhirnya mengungkit utang tersebut.

Namun, Andre Rosiade tak menampik cukup merasa kecewa saat Anies Baswedan maju sebagai calon presiden melalui Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Bukan tanpa alasan, Andre Rosiade menyebut Anies Baswedan tak berpamitan pada Partai Gerindra.

Padahal, Partai Gerindra-lah yang mengusung Anies Baswedan hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta, 2017 lalu.

Hal itu diungkapkan Andre Rosiade dalam kanal YouTube tvOneNews, Rabu (7/2/2023).

"Mas Anies kami usung, kami dukung dan kami bantu pembiayaannya, pamit pun tidak sama sekali dengan Pak Prabowo dan Partai Gerindra," ucap Andre.

"Mohon maaf ini fakta, kami sudah dukung, kami sudah usung, kulonuwun sama sekali enggak."

Baca juga: Perjanjian Anies dengan Prabowo dan Utang ke Sandi Diungkit Lagi, Pengamat: Bukan Hanya Penjegalan

Andre memastikan utang piutang antara Anies dan Sandiaga Uno memang benar adanya.

Ia pun menyinggung soal perjanjian di awal utang Rp 50 miliar tersebut.

"Tapi yang jelas soal perjanjian apa pun itu, perjanjian itu ada," ucapnya.

"Yang bisa buka hanya tiga orang, Pak Prabowo salah satu yang menandatangani tapi Pak Prabowo sudah menginstruksikan pada kami tidak usah diungkit lagi."

"Hak Mas Anies untuk maju jadi presiden, kita tidak akan menghalangi, tidak ungkit."

"Kemudian kedua Mas Sandi sebagai salah satu pelakunya, atau Mas Anies sendiri yang bicara betul enggak ada perjanjian atau tidak," sambung Andre.

Kendati demikian, Andre mengaku tak tahu alasan Sandiaga akhirnya mengakui adanya utang piutang tersebut.

"Wallahualam saya terus terang enggak tahu, pimpinan juga kaget Bang Sandi mengungkapkan hal itu," tukas Andre. (TribunWow.com)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Anies Baswedan Buka Suara, Uang Rp 50 M Disebut Bukan dari Sandiaga Uno: Yang Menjamin Pak Sandi

Sumber: TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved