Selasa, 3 Maret 2026

Perjanjian Anies dengan Prabowo dan Utang ke Sandi Diungkit Lagi, Pengamat: Bukan Hanya Penjegalan

Diungkit kembali perjanjian antara Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto serta utang Rp 50 miliar kepada Sandiaga Uno.

Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Perjanjian Anies dengan Prabowo dan Utang ke Sandi Diungkit Lagi, Pengamat: Bukan Hanya Penjegalan
Kolase TribunGorontalo.com
Anies Baswedan - Prabowo Subianto. Diungkit kembali perjanjian antara Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto serta utang Rp 50 miliar kepada Sandiaga Uno. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Direktur Indonesia Politican Review (IPR), Ujang Komarudin buka suara soal diungkitnya kembali terkait perjanjian antara Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto serta utang Rp 50 miliar kepada Sandiaga Uno.

Dilansir Tribunnews.com, Ujang Komarudin menilai hal itu dilakukan sebagai upaya mendegradasi citra Anies Baswedan seusai diusung menjadi bakal calon presiden (bacapres) 2024.

"Saya melihatnya upaya bukan hanya penjegalan tetapi mendegradasi soal track record Anies, soal citra Anies. Citra Anies ini yang dianggap banyak positif oleh publik ini, perlu didegradasi, perlu dihancurkan integritasnya itu," ujar Ujang ketika dikonfirmasi, Minggu (5/2/2023).

Baca juga: Berandai Anies Baswedan Gagal Nyapres di 2024, Rocky Gerung Sebut Akan Ada Kekacauan: Relawan Ngamuk

Selain itu, Ujang menganggap pengungkitan masa lalu politik Anies oleh lawan politiknya juga ingin menunjukan bahwa mantan Menteri Pendidikan tersebut memiliki kelemahan sebagai bacapres.

Hal ini, lanjutnya, perlu dilakukan untuk semakin menggerus citra positif eks Gubernur DKI Jakarta itu di mata publik.

Kendati demikian, Ujang menilai upaya semacam ini merupakan hal biasa dalam dunia politik.

Menurutnya, hanya ada dua hal yang pasti dilakukan oleh politisi dalam berpolitik, yaitu membangun pencitraan dan menjelek-jelekan lawan politiknya.

 

 

Dua hal tersebut, kata Ujang, terlihat dalam pengungkitan politik masa lalu dari Anies oleh lawan politiknya.

"Dalam politik hal yang biasa, bahwa di politik hanya ada dua. Pertama, membangun pencitraan, semua tokoh, semua figur membangun pencitraan untuk figur itu."

"Kedua, membusuk-busuki lawan. Dalam konteks ini, dalam politik Anies ini, dari Sandiaga Uno, Golkar yang bukan bloknya Anies dalam konteks ingin membusuk-busuki lawan politik (Anies)," jelasnya.

Sebelumnya, masa lalu politik Anies diungkit kembali oleh dua tokoh yaitu Sandiaga Uno dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Erwin Aksa.

Pertama, Sandiaga mengungkapkan adanya perjanjian rahasia yang dibuat antara Anies dan Prabowo Subianto.

Perjanjian tersebut, kata Sandiaga, terkait kesepakatan antara Anies dan Prabowo soal Pilpres.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved