Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-348: Israel Sebut Putin Pernah Janji Tak akan Bunuh Zelensky

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-348, Senin (6/2/2023): Mantan PM Israel ungkap Vladimir Putin sempat berjanji bahwa ia tak akan bunuh Zelensky.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP/Sergei SUPINSKY
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-348 pada Senin (6/2/2023) adalah Israel mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin pernah berjanji tidak akan membunuh Zelensky. 

Sementara itu, pada hari Minggu, Kanselir Jerman Olaf Scholz juga mengatakan kepada surat kabar Bild am Sonntag bahwa Putin “belum membuat ancaman apa pun terhadap saya atau Jerman”.

Meskipun Scholz berulang kali mengkritik langsung invasi terhadap Putin.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-343: AS Siapkan Paket Bantuan Senilai 2 Miliar Dolar untuk Kyiv

Menurut Bennett, selama upaya mediasinya, Zelensky setuju untuk melepaskan gagasan bahwa Ukraina akan bergabung dengan NATO.

Putin pun juga bersumpah untuk mencari perlucutan senjata Ukraina untuk mengakhiri perang.

“Semua yang saya lakukan dikoordinasikan dengan AS, Jerman, dan Prancis,” katanya.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-342: Zelensky Sebut Pasukan Putin Mulai Balas Dendam

Pada akhirnya upaya pemimpin Israel tidak banyak menghentikan pertumpahan darah di Ukraina, di mana perang sekarang mendekati peringatan pertamanya.

Bennett sekarang adalah warga negara biasa, setelah menjauh dari politik sebelum pemilihan November, tetapi komentarnya menjelaskan upaya pembicaraan untuk meredakan situasi.

Bennett sendiri merupakan seorang perdana menteri yang sebagian besar belum teruji di panggung internasional dan pemerintahannya hanya bertahan setahun sebelum runtuh pada Juni 2022.

Bennett menjadi mediator yang tidak terduga pada awal konflik.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-341: Tolak Kirim Jet, Kanselir Jerman Kembali Dikecam

Bennett adalah pemimpin blok Barat pertama yang bertemu Putin di Moskow.

Ia berusaha menyeimbangkan kebutuhan Israel akan kerja sama Rusia untuk operasi militernya di Suriah sambil menjadi penengah atas nama sekutu Barat.

Sementara itu, PM Israel saat ini yaitu Benjamin Netanyahu, yang kembali dari tugas singkat sebagai oposisi setelah blok sayap kanan dan agamanya memenangkan pemilihan tahun lalu, sebagian besar melanjutkan kebijakan Bennett.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-339: Biden Punya Kunci untuk Stop Konflik tapi Belum Bertindak

Israel telah berulang kali menolak permintaan pejabat Amerika Serikat dan Ukraina untuk mengirim persenjataan dan sistem pertahanan udara ke Kyiv, dengan fokus pada bantuan kemanusiaan dan medis.

Namun penyebaran drone bersenjata Iran di Ukraina, disambut dengan kemarahan di Israel, di mana Teheran dipandang sebagai ancaman eksistensial.

Israel dilaporkan telah berbagi intelijen tentang program drone Iran dengan pejabat Ukraina, dan telah menawarkan untuk membantu Kyiv dalam menciptakan “sistem peringatan dini sipil yang menyelamatkan jiwa” guna melindungi dari serangan udara.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved