Perang Rusia Ukraina
Tanpa Beri Alasan, Biden Tolak Kirim Jet Tempur F-16 Buatan AS ke Ukraina untuk Lawan Rusia
Susul Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden AS Joe Biden mengabaikan permintaan Ukraina atas jet tempur F-16 di tengah perang Rusia.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/zelensky-dan-biden.jpg)
Pejabat Ukraina mendesak untuk mengamankan sebanyak mungkin bantuan mematikan dari AS dan mitra lainnya untuk mempersiapkan serangan baru Rusia di musim semi.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-338: Sanksi Baru AS Targetkan Perusahaan Tentara Bayaran Wagner
AS sejauh ini menolak seruan untuk mengirim F-16, khawatir langkah tersebut dapat meningkat, meskipun beberapa pejabat Amerika baru-baru ini menyatakan keterbukaan untuk membahas masalah tersebut.
Ditanya apakah AS sedang mempertimbangkan pengiriman jet tempur minggu lalu, Wakil Penasihat Keamanan Nasional Jon Finer mengatakan kepada MSNBC bahwa pemerintah akan "membahas ini dengan sangat hati-hati" dengan Ukraina dan tidak mengesampingkan sistem tertentu.
Selain meminta jet tempur F-16 pada AS dan Jerman, Ukraina juga berharap Polandia dapat mengirimkan jet tersebut.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-337: Jerman Pasok Tank Leopard ke Kyiv, Moskow Meradang
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, Andriy Yermak Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menyarankan Polandia bersedia untuk memasok Ukraina dengan jet tempur F-16.
Yermak mengatakan Ukraina mendapat "sinyal positif" dari Warsawa dalam sebuah posting-an Telegram, meskipun Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki dengan hati-hati menekankan negaranya sendiri hanya akan bertindak setelah konsultasi dengan sekutu NATO.
“Kami mengoordinasikan semua tindakan yang ditujukan untuk memperkuat pasukan pertahanan Ukraina dengan mitra NATO kami,” kata Morawiecki dalam konferensi pers.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-341: Tolak Kirim Jet, Kanselir Jerman Kembali Dikecam
Setiap kemungkinan transfer jet tempur akan datang “dalam koordinasi penuh”, tambahnya.
Adapun Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada hari Senin bahwa dia tidak akan mengesampingkan pengiriman pesawat tempur ke Ukraina tetapi memperingatkan risiko eskalasi konflik.
“Pada prinsipnya tidak ada yang dikecualikan,” kata Macron setelah berbicara dengan PM Belanda Mark Rutte ketika ditanya tentang kemungkinan pengiriman jet ke Kyiv.
Macron menetapkan serangkaian kriteria, termasuk bahwa Ukraina harus terlebih dahulu mengajukan permintaan, bahwa senjata apa pun "tidak akan meningkat" dan bahwa senjata itu "tidak akan menghantam tanah Rusia tetapi murni untuk membantu upaya perlawanan".
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)