Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-341: Tolak Kirim Jet, Kanselir Jerman Kembali Dikecam

Update Perang Rusia vs Ukraina hari ke-341 pada Senin (30/1/2023): Kanselir Jerman Olaf Scholz kembali tuai kecaman karena tolak kirim jet untuk Kyiv.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP/Christof STACHE
Kanselir Jerman Olaf Scholz. Update Perang Rusia vs Ukraina hari ke-341 pada Senin (30/1/2023): Scholz kembali dikritik karena menolak permintaan Kyiv atas bantuan jet untuk hadapi pasukan invasi. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Kanselir Jerman Olaf Scholz kembali menuai kritikan setelah menolak untuk mengirim jet ke Ukraina di tengah perang Rusia.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Senin (30/1/2023) atau hari ke-341 perang, Scholz sekali lagi menolak tuntutan di Jerman dan dari pejabat Ukraina atas jet tempur untuk mengusir invasi Rusia.

Scholz diketahui mendesak negara-negara Barat untuk tidak bergabung dalam "perang penawaran" untuk senjata canggih terkait invasi Rusia di Ukraina yang dimulai sejak 24 Februari 2022 ini.

Pekan lalu, Jerman mengumumkan akan mengirimkan tank tempur Leopard 2 ke Ukraina setelah berminggu-minggu mendapat tekanan dari sekutu NATO dan Uni Eropa.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-339: Biden Punya Kunci untuk Stop Konflik tapi Belum Bertindak

“Fakta bahwa kami baru saja membuat keputusan (mengenai pengiriman tank) dan perdebatan (jet tempur) berikutnya sudah dimulai di Jerman, itu tampak remeh dan merusak kepercayaan orang pada keputusan pemerintah,” kata Scholz dalam sebuah wawancara dengan koran Jerman Tagesspiegel, Minggu (29/1/2023).

“Saya hanya bisa menyarankan agar tidak memasuki perang penawaran atas sistem senjata.” lanjutnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Melnyk telah mendesak Jerman untuk membeli lusinan pesawat tempur Tornado miliknya.

Melnyk juga mendesak masyarakat internasional agar bergabung dengan “koalisi jet tempur” untuk Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-338: Sanksi Baru AS Targetkan Perusahaan Tentara Bayaran Wagner

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pun kembali meminta negara-negara Barat untuk menyediakan lebih banyak sistem senjata canggih bagi negaranya dalam pidato hariannya pada Sabtu (28/1/2023).

Zelenskyysecara khusus menyebutkan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS).

“Tidak boleh ada tabu dalam penyediaan senjata untuk melindungi diri dari teror Rusia,” kata Zelensky.

Rusia pekan lalu mengutuk pengiriman tank tempur NATO ke Ukraina, menyebutnya sebagai bukti “langsung dan berkembang” keterlibatan Amerika Serikat dan Eropa dalam perang tersebut.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-337: Jerman Pasok Tank Leopard ke Kyiv, Moskow Meradang

Scholz dan Putin

Scholz juga mengatakan dia akan terus menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin, menekankan pentingnya mempertahankan saluran komunikasi terbuka untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina.

Scholz mengatakan nada percakapan itu "tidak sopan, tetapi perspektif kami tentu saja sangat berbeda".

“Dan saya akan terus menelepon Putin, karena kami harus terus berbicara satu sama lain,” sebut Scholz.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-336: Susul Jerman, AS Siap Kirim Tank Abrams ke Kyiv

Panggilan telepon terakhir ke Putin terjadi pada awal Desember.

Putin mengatakan pada saat itu bahwa garis Jerman dan Barat di Ukraina "merusak" dan meminta Berlin untuk memikirkan kembali pendekatannya.

Percakapan tersebut, kata Scholz, seringkali tentang “masalah konkret” seperti pertukaran tahanan, ekspor biji-bijian Ukraina, dan nasib Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Leopard 2, Tank Tempur Buatan Jerman yang Bakal Dikirim Polandia ke Ukraina

“Bagi saya penting agar percakapan terus kembali ke poin utama, bagaimana dunia keluar dari situasi yang mengerikan ini? Syaratnya jelas, penarikan pasukan Rusia,” kata Scholz dalam wawancara.

Scholz juga memperingatkan bahwa NATO tidak boleh diseret ke dalam perang dengan Rusia.

“Seorang kanselir Jerman yang mengambil sumpah jabatannya dengan serius harus melakukan segalanya untuk memastikan bahwa perang Rusia melawan Ukraina tidak berubah menjadi perang antara Rusia dan NATO,” tegas Scholz seraya menambahkan bahwa dia tidak akan “membiarkan eskalasi seperti itu”.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Abrams, Tank Tempur Utama yang Enggan Dikirim AS ke Ukraina untuk Lawan Rusia

Adapun pengumuman tentang pengiriman Leopard 2 Jerman yang tak lama kemudian diikuti oleh janji AS untuk tank M1 Abrams ke Ukraina, membuat Rusia marah.

“Untuk saat ini, belum ada pembicaraan yang disepakati (dengan Scholz) dalam jadwal. Putin telah dan tetap terbuka untuk dihubungi,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dikutip oleh RIA Novosti.

Sebagai informasi, Jerman adalah donor perangkat keras militer terbesar kedua ke Ukraina setelah AS, menurut Kiel Institute for the World Economy, di depan kekuatan Eropa lainnya seperti Prancis dan Inggris.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved