Indonesia Diterjang 96 Bencana Alam di Awal 2023, Saatnya Siapkan Mitigasi
Hal ini diakui deputi bidang bencana BNPB, Prasinta Dewi dalam acara talk show yang digelar Perkumpulan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/120123-gempa2.jpg)
“Yayasan Komiu dalam salah satu programnya melakukan inventarisasi pohon yang ada di hutan Ranjuri Sigi. Dimana hutan Kanjuri ini merupakan hutan yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Karena kita perlu mencari tahu dulu apa saja yang kita punya, untuk kemudian dijaga,” jelasnya.
Menurut Yulia, akses kontribusi anak muda dalam memitigasi bencana masih terbatas. Meski demikian, mereka mendapat fasilitas dari jejak.in. Menurutnya jejak.in memberi peluang kemudahan agar anak muda tidak terbatas kesempatan untuk ikut mengambil peran.
“Jasa marketplace yang kita punya berisi program-program hijau yang dilakukan dengan kerja sama berbagai mitra. Dan melalui market place hijau ini, siapapun dapat berkontribusi untuk menjaga lingkungan,” pungkas Arfan. (*)