Jumat, 6 Maret 2026

Indonesia Diterjang 96 Bencana Alam di Awal 2023, Saatnya Siapkan Mitigasi

Hal ini diakui deputi bidang bencana BNPB, Prasinta Dewi dalam acara talk show yang digelar Perkumpulan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia

Tayang:
zoom-inlihat foto Indonesia Diterjang 96 Bencana Alam di Awal 2023, Saatnya Siapkan Mitigasi
BMKG Gorontalo
Info gempa Gorontalo Kamis pagi. Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo diguncang gempa bumi berkekuatan M4.9 Skala Richter pada Kamis 12 Januari 2023 pukul 03.55 Wita. 

Melihat permasalahan dan peluang yang ada, kata Gita, pada 2021 beberapa kabupaten yang tergabung dalam LTKL telah menyampaikan targetnya. 

Misalnya berkomitmen mempertahankan fungsi ekologis hutan gambut, dan ekosistem penting 50 persen dari yang ada sekarang dengan cara-cara yang inovatif.

“Kalau kita mau membicarakan kabupaten tangguh bencana, itu mencoba menarik anak muda, membuat produk dan jasa yang keren-keren.” tutur Gita.

Ia mencontohkan hal di Kabupaten Siak. Di daerah ini ada satu perusahaan bernama Alam Siak Lestari yang dibawa anak-anak muda di sana. 

“Dan ini mencoba menerjemahkan visi Siak Hijau yang mencoba menjaga supaya Siak Tidak terbakar lagi,” ungkap Gita.

Kesadaran akan potensi alam dan pentingnya menjaga kondisi lingkungan merupakan salah satu hal penting dalam upaya mitigasi bencana. 

Pemerintah Kabupaten Siak melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi Afit Lamakarto menyatakan komitmen Kabupaten Sigi untuk menjadi kabupaten lestari.

Menurutnya, Pemda dan masyarakat Sigi sudah memiliki masyarakat yang sangat paham dengan kondisi lingkungannya. 

“Bahkan kita ditetapkan menjadi wilayah taman nasional yang demikian luas, hutan lindung dan sebagainya. Dan masyarakat sadar bahwa itu adalah hal yang baik,” ujarnya. 

Misalnya saja, ketika bencana menimpa di Sigi. Afit menerangkan, masyarakat mendorong perlu adanya upaya konservasi. 

“Jika kawasan ini tidak ditetapkan sebagai wilayah konservasi, maka sangat memungkinkan akan ada memakan lebih banyak korban jiwa,” katanya.

Upaya lain yang dilakukan, yaitu berupa inovasi penanaman bamboo brinjong di aliran sungai. 

“Untuk mitigasi bencana likuifaksi dengan melindungi dan memperkuat struktur tanah untuk mencegah terjadinya longsor kembali,” Afit menjelaskan.

Kaum muda di wilayah Sigi merasakan energi serupa. Hal ini terlihat dari lahirnya Yayasan Kompas Peduli Lingkungan (KOMIU) Sigi yang melakukan konservasi, dengan tujuan agar hutan mereka tetap terjaga.

Divisi Konservasi KOMIU Sigi, Yulia Astuti menyampaikan upaya yang mereka lakukan. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved