Brigadir J

Mahfud MD Jamin Independensi Kejaksaan di Tengah Gerakan Bawah Tanah yang Ingin Ferdy Sambo Bebas

Sebut ada gerakan bawah tanah yang ingin Ferdy Sambo bebas, Menkopolhukam Mahfud MD jamin Kejaksaan berlaku independen dalam kasus Brigadir J.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Kolase YouTube KOMPASTV
Menkopolhukam Mahfud MD (kiri) saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2023). Mahfud MD menyebut ada gerakan-gerakan gerilya atau bawah tanah yang ingin Ferdy Sambo dibebaskan. Mahfud MD lantas menjamin independensi Kejaksaan Agung. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Menkopolhukam Mahfud MD mengungkapkan bahwa ada gerakan-gerakan gerilya atau bawah tanah yang menginginkan eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dibebaskan.

Mahfud MD mengatakan bahwa beberapa orang tertarik pada kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) yang menjerat Ferdy Sambo ini.

Meski demikian, Mahfud MD menjamin bahwa kejaksaan akan menangani kasus Ferdy Sambo dengan independen dan tidak terpengaruh dengan gerakan-gerakan yang ada.

"Sebelum putusan Sambo, saya bilang, saya sudah mendengar ada gerakan-gerakan yang minta, memesan, putusan Sambo itu agar dengan huruf tapi ada juga yang minta dengan angka. Jadi bukan putusan yang ini yang dipesan." kata Mahfud MD saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2023) seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KOMPASTV.

Baca juga: Beda dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Disoraki Pengunjung setelah Dituntut 8 Tahun Penjara

"Ada yang bergerilya, ada yang ingin Sambo dibebaskan, ada yang ingin Sambo dihukum. Tapi kita bisa amankan itu di kejaksaan," tegasnya.

"Saya pastikan kejaksaan independen, tidak terpengaruh dengan gerakan-gerakan bawah tanah itu." sambung Menkopolhukam.

Baca juga: Tidak Ada Hal Meringankan, Ini 6 Hal yang Memberatkan Ferdy Sambo dalam Tuntutan Seumur Hidup

Ferdy Sambo Dituntut Seumur Hidup

Terdakwa eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (17/1/2023).
Terdakwa eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (17/1/2023). (YouTube KOMPASTV)

Ferdy Sambo dituntut dengan pidana penjara seumur hidup atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Tuntutan pidana seumur hidup untuk Ferdy Sambo itu dibacakan jaksa penuntut umu (JPU) dalam sidang perkara pembunuhan berencana Brigadir J yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Selasa (17/1/2023).

Baca juga: Mahfud MD Sebut Ada Upaya Intervensi dalam Kasus Ferdy Sambo, Singgung Kinerja Pihak Kejaksaan

"Kami penuntut umum dalam perkara terdakwa Ferdy Sambo dengan memperhatikan ketentuan undang-undang yang bersangkutan, menuntut, mohon agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkara atas nama terdakwa Ferdy Sambo memutuskan:

1. Menyatakan terdakwa Ferdy Sambo telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," papar JPU membacakan tuntutan pidana untuk Ferdy Sambo.

Baca juga: Bharada E Dituntut 12 Tahun Penjara gegara Jadi Eksekutor Ferdy Sambo, Ini Pertimbangan JPU

"Dan menyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan yang berakibat terganggunya sistem elektronik menjadi tidak bekerja secara bersama-sama sebagaiamana mestinya melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan kesatu primair dan dakwaan kedua pertama primair.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana seumur hidup," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022).

Baca juga: Gegara Ferdy Sambo, Kuat Maruf Dituntut 8 Tahun Penjara, Simak 3 Hal Meringankan dan Memberatkan

Peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J itu kemudian dinyatakan sebagai kasus pembunuhan berencana yang menjerat 5 orang pelaku antara lain:

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved