Brigadir J

Tidak Ada Hal Meringankan, Ini 6 Hal yang Memberatkan Ferdy Sambo dalam Tuntutan Seumur Hidup

Tidak ada hal meringankan dalam tuntutan JPU kepada Ferdy Sambo yang dituntut penjara seumur hidup, simak 6 poin hal yang memberatkan.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
YouTube KOMPASTV
Terdakwa eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (17/1/2023). Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut terdakwa eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dengan pidana penjara seumur hidup atas kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Tuntutan pidana penjara seumur hidup terhadap Ferdy Sambo itu juga telah mencakup kasus obstruction of justice atau perintangan penyidikan meninggalnya Brigadir J.

Tuntutan seumur hidup untuk Ferdy Sambo itu dibacakan JPU dalam sidang perkara pembunuhan berencana Brigadir J yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Selasa (17/1/2023).

Adapun dalam surat tuntutannya, JPU menyatakan bahwa terhadap terdakwa Ferdy Sambo tidak ada hal yang meringankan.

Baca juga: Hari Ini Sidang, Tuntutan Pada Putri Candrawathi dan Bharada E Bakal Lebih Ringan dari Ferdy Sambo?

Sementara itu, JPU mengungkapkan bahwa ada 6 hal memberatkan yang dijadikan pertimbangan dalam memberikan tuntutan kepada Ferdy Sambo.

"Sebelum kami sampai pada tuntutan pidana atas diri terdakwa, perkenankanlah kami mengungkapkan hal-hal yang kami jadikan pertimbangan," kata JPU di sidang PN Jakarta Selatan, Selasa, seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KOMPASTV.

Hal pertama yang memberatkan ialah perbuatan Ferdy Sambo menyebabkan ajudannya, Brigadir J kehilangan nyawa sehingga menjadi luka mendalam bagi keluarga korban.

Baca juga: Gegara Ferdy Sambo, Kuat Maruf Dituntut 8 Tahun Penjara, Simak 3 Hal Meringankan dan Memberatkan

"Yaitu hal-hal yang memberatkan: perbuatan terdakwa mengakibatkan hilangnya nyawa korban Nofriansyah Yosua Hutabarat dan luka yang mendalam bagi keluarganya," ungkap JPU.

Hal kedua yang memberatkan ialah, JPU menilai Ferdy Sambo berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya saat memberikan keterangan di persidangan.

"Terdakwa berbelit dan tidak mengakui perbuatannya dalam memberikan keterangannya di persidangan," sebut JPU.

Baca juga: Begini Ekspresi Kuat Maruf saat Dituntut JPU 8 Tahun Penjara Gara-gara Ferdy Sambo

Hal ketiga yang memberatkan yaitu perbuatan Ferdy Sambo menimbulkan keresahan dan kegaduhan yang meluas di masyarakat.

"Akibat perbuatan terdakwa, menimbulkan keresahan dan kegaduhan yang meluas di masyarakat," ucap JPU.

Hal keempat yang memberatkan adalah Ferdy Sambo yang kala itu masih sebagai jenderal polisi bintang dua, tak pantas melakukan tindak pidana pembunuhan berencana pada Brigadir J.

Baca juga: Ayah Brigadir J Nilai Ferdy Sambo Konsekuen Bangun Skenario Kebohongan: Sepantasnya Hukuman Mati

"Perbuatan terdakwa tidak sepantasnya dilakukan dalam kedudukannya sebagai aparatur penegak hukum dan petinggi Polri," jelas JPU.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved