Senin, 16 Maret 2026

Arti Kata

Apa Itu Tuberkulosis atau TBC, Penyakit yang Diidap Ratusan Anak Diduga karena Sering Dicium

Mengenal apa itu TBC atau tuberkulosis, penyebab hingga penanganan terhadap penyakit paru-paru menular yang serang 600 lebih anak di Yogyakarta.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Apa Itu Tuberkulosis atau TBC, Penyakit yang Diidap Ratusan Anak Diduga karena Sering Dicium
Tribunnews
Ilustrasi rontgen paru-paru. Lebih dari 600 anak di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta mengidap Tuberkulosis (TBC) diduga karena sering dicium dan digendong, apa itu TBC? 

Delapan negara berikut ini menyumbang lebih dari dua pertiga dari total kasus TBC global yakni India, Indonesia, Cina, Filipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, dan Republik Demokratik Kongo.

Baca juga: Mengenal Apa Itu IndoVac, Vaksin Covid-19 yang Dipakai Jokowi untuk Vaksinasi Booster Kedua

Gejala TBC

Gejala umum TB paru aktif adalah batuk berdahak dan darah kadang-kadang, nyeri dada, lemas, penurunan berat badan, demam serta keringat malam.

Penanganan TBC

TBC adalah penyakit yang dapat diobati dan disembuhkan.

Penyakit TB yang rentan terhadap obat diobati dengan perawatan standar 4 bulan atau 6 bulan dari 4 obat antimikroba yang diberikan dengan dukungan kepada pasien oleh petugas kesehatan atau pendukung pengobatan terlatih.

Tanpa dukungan tersebut, kepatuhan pengobatan lebih sulit.

Sejak tahun 2000, diperkirakan 74 juta nyawa terselamatkan melalui diagnosis dan pengobatan TB.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Solstis, Fenomena yang Dikaitkan Mitos Gola Gorontalo dan Larangan Keluar Rumah

600 Lebih Anak di Bantul Terserang TBC

Dilansir TribunGorontalo.com dari Kompas.com, Dinkes Kabupaten Bantul mencatat ada 1.216 kasus TBC mulai dari Januari sampai November 2022.

Dari ribuan orang ini 50 persen di antaranya anak-anak.

"Sejak Januari sampai November ada 1.216 kasus TBC yang ditemukan di seluruh fasilitas kesehatan. Nah, 619 di antaranya adalah kasus TBC anak dan 12 kasus pasien TBC resisten obat," kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja, Rabu (21/12/2022).

Baca juga: Apa Itu Visum et Repertum, Bukti Kuat yang Tak Dimilki Putri Candrawathi di Kasus Pelecehan Seksual

Agus menjelaskan banyaknya anak yang mengidap TBC karena masih banyak orang yang belum terdeteksi dan belum diobati.

Apabila diestimasi, yang terjangkit TBC ada 2.431 orang, dan baru ditemukan 1.216 kasus.

Belum terdeteksinya orang dengan TBC ini menyebabkan anak tertular, apalagi sering dicium dan digendong.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved