Sabtu, 7 Maret 2026

Arti Kata

Mengenal Apa Itu Solstis, Fenomena yang Dikaitkan Mitos Gola Gorontalo dan Larangan Keluar Rumah

Tanggal 22 Desember 2022 akan terjadi fenomena solstis, yang kini tengah heboh karena dikaitkan dengan teror gola Gorontalo, apa itu fenomena solstis?

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
zoom-inlihat foto Mengenal Apa Itu Solstis, Fenomena yang Dikaitkan Mitos Gola Gorontalo dan Larangan Keluar Rumah
TRIBUNSUMSEL/M.A.FAJRI
Foto ilustrasi matahari: Fenomena matahari cincin yang terjadi di Palembang Sumatera Selatan, Rabu (28/8/2013). Kabar terbaru, pada 22 Desember 2022 akan terjadi fenomena solstis yang tidak berbahaya tetapi dikaitkan dengan mitos gola gorontalo hingga peringatan atau larangan keluar rumah. Apa itu fenomena solstis? 

TRIBUNGORONTALO.COM - Masyarakat Tanah Air pada tanggal 22 Desember 2022 besok, tak hanya memperingati Hari Ibu tetapi juga akan terjadi fenomena solstis.

Sayangnya, fenomena solstis justru dikaitkan dengan mitos larangan keluar rumah.

Apa Itu Fenomena Solstis?

Dilansir TribunGorontalo.com dari Encyclopedia Britannica, solstis atau titik balik matahari adalah salah satu dari dua fenomena dalam satu tahun ketika jalur tampak matahari berada paling utara atau selatan dari khatulistiwa Bumi.

Baca juga: Mengenal Apa Itu ETLE, Kamera Tilang Elektronik yang Bakal Ditambah Polantas Gorontalo

Di belahan bumi utara, titik balik matahari musim panas terjadi pada tanggal 20 atau 21 Juni, stitik balik matahari musim dingin pada tanggal 21 atau 22 Desember.

Sedangkan, di belahan bumi selatan situasinya berbanding terbalik, di mana musim dibalik.

Pada titik balik matahari musim dingin hari adalah yang terpendek dalam setahun, dan pada titik balik matahari musim panas adalah yang terpanjang dalam setahun.

Kata solstis berasal dari Bahasa Latin yakni 'sol' yang berarti 'matahari' dan 'sistere' atau 'berhenti'.

Baca juga: Apa Itu Goyang Hammer yang Diharapkan Wabup Bone Bolango untuk Jadi Senam Wajib Warganya

Istilah solstis juga mengacu pada salah satu dari dua titik deviasi terbesar ekliptika (jalur tahunan Matahari yang tampak) dari ekuator langit.

Pada titik balik matahari musim panas di Belahan Bumi Utara, Kutub Utara miring sekitar 23,4 derajat ke arah Matahari.

Karena sinar Matahari bergeser ke utara dengan jumlah yang sama, sinar siang vertikal tepat di atas kepala di Tropic of Cancer (23 derajat 27 menit N).

Enam bulan kemudian, Kutub Selatan miring sekitar 23,4 derajat ke arah Matahari.

Pada hari titik balik matahari musim panas di Belahan Bumi Selatan ini, sinar matahari vertikal bergerak ke posisi paling selatan, Tropic of Capricorn (23 derajat 27 menit S).

Baca juga: Dua Budaya Gorontalo yang Terancam Punah, Ada Dulialo dan Dembulo, Apa itu?

Mitos Gola dalam Fenomena Solstis

Tangkapan layar unggahan TikTok yang menyebut akan ada teror Gola Gorontalo pada Rabu, 21 Desember 2022 malam.
Tangkapan layar unggahan TikTok yang menyebut akan ada teror Gola Gorontalo pada Rabu, 21 Desember 2022 malam. (Capture TikTok)

Warganet kini tengah dihebohkan dengan mitos teror gola jelang terjadinya fenomena solstis.

Tak sedikit warganet yang mengkaitkan fenomena solstis dengan mitos teror gola hingga peringatan tentang larangan keluar rumah pada malam hari saat 21 Desember 2022.

Gola sendiri adalah istilah yang digunakan warga Gorontalo untuk menyebut sosok misterius atau mencurigakan yang melakukan tindak kejahatan seperti menculik anak dan lainnya.

Baca juga: Komnas HAM Sebut Ratusan Ribu WNI di Malaysia Terancam Stateless, Apa Itu dan Apa Konsekuensinya?

Dilansir TribunGorontalo.com dari Kompas.com, larangan keluar rumah, teror gola Gorontalo, tak berkaitan dengan fenomena solstis.

Peneliti di Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang justru dengan heran, mempertanyakan kaitan 21 Desember dengan teror Gola di Gorontalo.

Menurut Andi, akan ada fenomena solstis yang terjadi pada 22 Desember pukul 04.49.14 WIB atau 05.49.14 WITA atau 06.49.14 WIT.

Baca juga: Apa Itu Visum et Repertum, Bukti Kuat yang Tak Dimilki Putri Candrawathi di Kasus Pelecehan Seksual

Saat fenomena solstis terjadi, salah satu dampak yang dirasakan manusia ialah perbedaan durasi siang dan malam.

Di belahan Bumi utara Indonesia, kata dia, panjang siang akan menjadi lebih pendek, sedangkan durasi malam akan lebih lama.

Sebaliknya, di wilayah Indonesia yang berada di belahan Bumi selatan, akan mengalami durasi siang lebih panjang dan malam lebih pendek.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Paes Ageng, Riasan Erina Gudono saat Acara Pernikahan dengan Kaesang Pangarep

"Kaitannya apa? Apa karena mentang-mentang di Gorontalo kan belahan utara, panjang siangnya siangnya lebih pendek daripada malam?" ujar Andi, saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (19/12/2022) malam.

"Apa artinya itu penculik anak (Gola) bisa bebas berkeliaran dan menculik anak saat malam lebih yang panjang?" lanjutnya.

Apabila benar akan ada Gola, Andi pun mempertanyakan kondisi kota lain di Indonesia yang juga berada di belahan Bumi utara, seperti Binjai, Tarakan, dan Lhokseumawe.

Andi menerangkan, fenomena solstis adalah peristiwa saat Matahari berada paling utara atau paling selatan ketika mengalami gerak semu tahunannya.

Baca juga: Ahli Ungkap Hasil Tes Poligraf Ferdy Sambo dan Istrinya Terindikasi Berbohong, Apa Itu Poligraf?

Disebabkan sumbu rotasi Bumi yang miring 23,44 derajat terhadap bidang tegak lurus ekliptika, solstis terjadi dua kali dalam setahun, yakni Juni dan Desember.

"Dampak solstis yang dirasakan oleh manusia tentu tidak seekstrem yang dinarasikan seperti pada imbauan yang disinformatif dan menyesatkan," jelas Andi.

Dengan demikian, tidak ada larangan bagi manusia untuk keluar rumah saat fenomena solstis.

Baca juga: Sah, Deddy Corbuzier Kini Berpangkat Letkol Tituler Angkatan Darat, Apa Itu Tituler?

Dampak Fenomena Solstis

- Panjang siang (dari Matahari terbit ke terbenam) akan lebih panjang daripada panjang malam (dari Matahari terbenam ke terbit) untuk belahan Bumi selatan.

- Panjang siang akan lebih pendek dibandingkan dengan panjang malam untuk belahan Bumi utara.

- Terjadi fenomena Matahari Tengah Malam atau Midnight Sun di wilayah kutub selatan.

Baca juga: Apa Itu Pamali? Larangan yang sering Dikaitkan dengan Hal Mistis hingga Dijadikan Judul Film Horor

Hal ini karena kutub selatan condong ke Matahari, sehingga seluruh bagian kutub disinari Matahari.

Panjang siang di wilayah kutub selatan menjadi 24 jam.

- Di wilayah kutub utara akan terjadi fenomena Malam Kutub atau Polar Night.

Hal ini karena kutub utara menjauhi Matahari, sehingga seluruh bagian kutub tidak disinari Matahari.

Panjang malam di wilayah kutub utara menjadi 24 jam.

- Terjadi puncak musim panas di lintang sedang belahan Bumi selatan, sedangkan di lintang sedang belahan Bumi utara terjadi puncak musim dingin.

- Untuk lintang rendah, baik di belahan Bumi utara maupun belahan Bumi selatan, terjadi puncak musim penghujan.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Stiff Person Syndrome, Penyakit Langka Celine Dion, Simak Gejala dan Bahayanya

Sebelumnya, beredar video yang diunggah di TikTok pada Rabu (14/12/2022).

Pengunggah dalam video menuliskan bahwa malam itu akan ada teror Gola di Gorontalo.

"Hati-hati tanggal 21 Desember ini, jangan keluar malam. Teror 'Gola' Hantui Warga Gorontalo," kata si pengunggah.

"Kalau mau selamat jgn keluar malam," tulis dalam video tersebut.

Video tersebut lantas menuai beragam komentar dari warganet TikTok.

Beberapa menyangsikan akan ada teror Gola dan menyebutnya mitos.

Terdapat juga warganet yang menyebut bahwa tanggal 21 Desember merupakan fenomena solstis yang tidak membahayakan.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar) (Kompas.com/Diva Lufiana Putri)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral, Video Sebut 21 Desember Tak Boleh Keluar Rumah karena Teror Gola Gorontalo"

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved