Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-259: Zelensky Ungkap 4 Juta Warganya Hidup Tanpa Listrik
Kondisi terkini perang, Rabu (9/11/2022): Volodymyr Zelensky sebut 4 juta warganya hidup tanpa listrik imbas Rusia gempur infrastruktur energi Ukraina
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/presiden-ukraina-volodymyr-zelensky-18-juni-2022_1.jpg)
Serangan Rusia ke infrastruktur energi Ukraina itu berlangsung selama berminggu-minggu saat musim dingin mendekat ketika suhu bisa turun hingga -20C.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-255: Ada Jam Malam, Putin Suruh Penduduk Kherson Dievakuasi
- Militer Ukraina menuduh pasukan Rusia terus menjarah dan menghancurkan infrastruktur di Kherson.
Kherson merupakan lokasi di mana pertikaian telah membayangi selama berminggu-minggu di satu-satunya ibu kota regional yang direbut Rusia sejak invasinya.
“Pada 7 November, konvoi truk melewati bendungan pembangkit listrik tenaga air Kakhova yang sarat dengan peralatan rumah tangga dan bahan bangunan,” kata sebuah pernyataan.
Berdasarkan pernyataan tersebut, pasukan Rusia membongkar menara ponsel dan mengambil peralatan.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-254: Badan Nuklir PBB Tak Temukan Bukti Zelensky Pakai Bom Kotor
- Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan Rusia sedang mempersiapkan garis pertahanan baru jauh di dalam wilayah yang dikendalikannya "untuk mencegah kemajuan cepat Ukraina jika terjadi terobosan".
Ini melibatkan pemasangan penghalang beton yang dikenal sebagai "gigi naga" untuk menghentikan tank.
Termasuk di dekat Mariupol di selatan untuk membantu menjaga "jembatan darat" Rusia ke Krimea yang diduduki bahkan jika Moskow kehilangan wilayah lain.
- Pada Selasa (8/11/2022), Zelensky menyerukan perpanjangan kesepakatan ekspor biji-bijian Laut Hitam yang mencabut blokade Rusia terhadap tiga pelabuhan utama Ukraina dan meredakan krisis pangan global.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-253: Putin Bersedia Gabung Kesepakatan Ekspor Gandum Lagi
Kesepakatan ekspor gandum Ukraina itu ditengahi oleh Turki dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Juli 2022 lalu dan akan berakhir pada 19 November 2022 mendatang.
Kesepakatan ekspor gandum Ukraina tampak dalam bahaya pada Oktober 2022 lalu ketika Rusia menangguhkan partisipasinya sebelum bergabung kembali.
Ukraina juga menginginkan kesepakatan ekspor biji-bijian diperluas untuk mencakup lebih banyak pelabuhan dan barang.
Kyiv berharap keputusan untuk memperbarui pakta setidaknya selama satu tahun akan diambil minggu depan, kata Wakil Menteri Infrastruktur Ukraina kepada Reuters.
Baca juga: Update Perang Rusia: Vladimir Putin Beri Syarat untuk Lanjutkan Kesepakatan Ekspor Gandum Ukraina
- Pasukan pro-Kremlin di Rusia berharap Partai Republik memenangkan kendali Kongres, hasil yang mereka yakini bisa berarti presiden Demokrat, Joe Biden merasa lebih sulit untuk mendapatkan paket bantuan militer untuk Ukraina disetujui.
Tetapi untuk saat ini, hanya sedikit orang di Moskow yang mengharapkan konsensus politik bipartisan Amerika Serikat di Ukraina akan retak, apa pun hasil pemilihan paruh waktu hari Selasa.