Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-237: Ibu Kota Kyiv Diserang Drone Kamikaze, 4 Warga Sipil Tewas
Kondisi terkini perang, Selasa (18/10/2022): Serangan Drone Kamikaze Rusia di Ibu Kota Ukraina, Kyiv, menewaskan setidaknya 4 orang warga sipil.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/INVASI-RUSIA-DI-UKRAINA-DONETSK.jpg)
“Semakin banyak tahanan Rusia yang kita miliki, semakin cepat kita dapat membebaskan pahlawan kita. Setiap tentara Ukraina, setiap komandan garis depan harus mengingat ini,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-232: Bulatkan Suara, PBB Kutuk Referendum dan Pencaplokan Putin
- Di selatan, pasukan Ukraina semakin mendekat ke kota besar Kherson, tepat di utara Krimea.
Kherson adalah salah satu dari empat wilayah di Ukraina yang baru-baru ini diklaim telah dicaplok Moskow.
- Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba meminta Uni Eropa untuk memberikan sanksi kepada Iran karena menyediakan drone kamikaze kepada Rusia yang menewaskan sedikitnya 4 warga sipil di Kyiv pada hari Senin kemarin.
- Iran mengatakan lagi pada hari Senin, bahwa mereka tidak memberi Rusia drone untuk digunakan di Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-231: Dukung Kyiv, G7 Kutuk Serangan Rudal Pasukan Putin
“Berita yang diterbitkan tentang Iran yang menyediakan drone untuk Rusia memiliki ambisi politik dan itu diedarkan oleh sumber-sumber Barat. Kami belum memberikan persenjataan ke pihak mana pun dari negara-negara yang berperang,” ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani.
Sementara itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan blok itu akan mencari "bukti nyata" tentang partisipasi Iran dalam perang Rusia di Ukraina.
- Uni Eropa telah setuju untuk membuat misi untuk melatih 15.000 tentara Ukraina.
Ini juga akan memberikan tambahan 500 juta euro untuk membantu membeli senjata.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-230: Balas Dendam, Putin Hujani Ukraina dengan Rudal
Pertemuan para menlu Uni Eropa pada hari Senin menyetujui misi pelatihan dua tahun, yang akan melibatkan pasukan UE yang berbeda memberikan instruksi dasar serta khusus untuk tentara Ukraina, di Polandia dan Jerman.
Para pejabat berharap misi tersebut, yang diperkirakan menelan biaya 107 juta euro, akan mulai beroperasi pada pertengahan November.
- Pejabat Israel menolak mengomentari komentar dari Dmitry Medvedev, mantan Presiden Rusia, bahwa Tel Aviv sedang bersiap untuk memasok bantuan militer ke Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-229: Serangan Pasukan Putin di Zaporizhzhia Tewaskan 14 Orang
Dalam pesan Telegram pada hari Senin, Medvedev yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, memperingatkan Israel agar tidak mempersenjatai Kyiv.
Medvedev juga menyebutnya sebagai “langkah sembrono” yang akan “menghancurkan hubungan antara negara kita”.
Israel pun telah mencoba untuk mempertahankan sikap netral, karena bergantung pada Rusia untuk memfasilitasi operasinya terhadap aktor terkait Iran di Suriah.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)