Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-232: Bulatkan Suara, PBB Kutuk Referendum dan Pencaplokan Putin

Kondisi terkini perang, Kamis (13/10/2022): PBB kutuk pencaplokan oleh Rusia atas 4 wilayah Ukraina hingga sekutu NATO janjikan lebih banyak senjata.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Tangkapan Layar The Guardian
Foto Presiden Rusia Vladimir Putin saat memberikan pidato dalam rangka perayaan Hari Kemenangan 'Victory Day' pada Senin, 9 Mei 2022. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-232 pada Kamis (13/10/2022) antara lain Majelis Umum PBB bulatkan suara untuk mengutuk pencaplokan Rusia atas 4 wilayah Ukraina hingga sekutu NATO berjanji akan mengirimkan lebih banyak sistem pertahanan udara kepada Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Kamis (13/10/2022) terhitung telah berlangsung 232 hari lamanya.

Kabar terbaru di antaranya adalah PBB bulatkan suara untuk mengutuk pencaplokan Rusia atas 4 wilayah Ukraina hingga sekutu NATO berjanji bakal kirimkan lebih banyak sistem pertahanan udara ke Kyiv.

Invasi ini dimulai sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu.

Putin juga menyebut invasi ini sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-231: Dukung Kyiv, G7 Kutuk Serangan Rudal Pasukan Putin

Konflik antar negara bertetangga tersebut sampai saat ini terus berlanjut dan belum terlihat akan segera berakhir.

Bahkan menurut Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, perang Rusia vs Ukraina bisa berlangsung selama beberapa tahun.

Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-232 perang Rusia dengan Ukraina:

- Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Rabu (12/10/2022) dengan suara bulat mengutuk pencaplokan Rusia atas bagian-bagian Ukraina, namun 35 negara termasuk Cina, India, Afrika Selatan dan Pakistan, abstain.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-230: Balas Dendam, Putin Hujani Ukraina dengan Rudal

Resolusi PBB “mengutuk organisasi oleh Federasi Rusia atas apa yang disebut referendum di dalam perbatasan Ukraina yang diakui secara internasional” dan “upaya pencaplokan ilegal” yang diumumkan bulan lalu dari 4 wilayah oleh Putin.

- Serangan nuklir Rusia “hampir pasti” akan memicu “respons fisik” dari sekutu Ukraina dan berpotensi dari NATO, kata seorang pejabat senior NATO.

Setiap penggunaan senjata nuklir oleh Moskow akan memiliki "konsekuensi yang belum pernah terjadi sebelumnya" bagi Rusia, kata pejabat itu seperti dikutip Reuters.

- Amerika Serikat perlu mencegah dua kekuatan senjata nuklir utama untuk pertama kalinya, pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah memperingatkan.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-229: Serangan Pasukan Putin di Zaporizhzhia Tewaskan 14 Orang

Strategi Keamanan Nasional baru (NSS) Washington menggambarkan Cina sebagai pesaing jangka panjang yang paling mampu, tetapi Rusia sebagai ancaman yang lebih cepat dan mengganggu, menunjuk pada sikap nuklirnya di atas Ukraina.

“Militer konvensional Rusia akan melemah, yang kemungkinan akan meningkatkan ketergantungan Moskow pada senjata nuklir dalam perencanaan militernya,” tulis NSS.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved