Pilpres 2024
Jajak Pendapat Pemilu - Pilpres 2024: Calonkan Anies Baswedan, Suara Nasdem Tinggal 3,9 Persen
Partai Nasdem telah mendeklarasi Anies Baswedan sebagai capres untuk Pilpres 2024 tak banyak berefek elektoral.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/061022-nasdem-anies1.jpg)
1. Niluh Djelantik
Pengusaha dan tokoh masyarakat dari Bali, Niluh Djelantik, memutuskan untuk yang hengkang dari Partai NasDem.
Ia mengumumkan keputusannya mundur sebagai kader Partai NasDem melalui akun Instagram @niluhdjelantik, Senin (3/10/2022) pukul 21.40 WITA.
Niluh menyatakan tidak sejalan dengan Anies meski tidak punya masalah pribadi dengan Gubernur DKI Jakarta itu.
"NILUH DJELANTIK konsisten tegak lurus pada perjuangan untuk rakyat bersama rakyat.
"Dengan atau TANPA partai politik. Sikapku tegas. Integritasku jelas. Terimakasih atas support kesayangan yang setia menemaniku. Ketjup sayang," isi foto yang diunggahnya di akun instagram pribadinya.
2. Panji Astika
Kader lainnya yang juga mengundurkan diri adalah Wakil Ketua Bidang Hubungan Eksekutif di DPW Partai NasDem Bali Anak Agung Ngurah Panji Astika.
Pria yang akrab disapa Gung Panji itu mengaku tak setuju dengan keputusan partainya yang mengusung Anies Baswedan.
Gung Panji mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat pengunduran diri tersebut.
“Kemarin kirim surat. Sudah resmi,” kata Gung Panji, Rabu (5/11/2022) sebagaimana dilansir Tribunnews.
Gung Panji menegaskan kembali, bahwa perbedaan pilihan itu yang mendasari dirinya mundur.
Ia mengaaku tidak ingin berseteru di dalam partai.
Sehingga pilihannya adalah keluar dari partai besutan Surya Paloh itu.
“Karena saya masuk baik. Keluar juga harus baik-baik. Mereka semua memahami,” ungkapnya.
3. Andreas Acui Simanjaya
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Barat, Andreas Acui Simanjaya juga memilih mundur dari kepengurusan di DPD Partai NasDem Kalbar.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali.
Ali menyebut keputusan mundur para kader NasDem tersebut tidak bisa dihalangi dan merupakan seleksi alam.
Karena, keputusan NasDem untuk mengusung Anies Baswedan menjadi Capres ini juga akan menyeleksi loyalitas kader kepada partai.
"Kata Ketua Umum, keputusan kemarin ini juga akan menyeleksi loyalitas kader terhadap partai. Jadi, ini akan terjadi seleksi alam," kata Ali, Selasa (4/10/2022), dilansir Kompas.com.
4. Hanandityo Narendro
Sekretaris Garda Pemuda Nasdem DPD Kota Semarang, Hanandityo Narendro, juga memilih untuk mundur dari Partai NasDem.
Hanandityo mengaku tak setuju dengan keputusan partai yang mengusung Anies Baswedan sebagai capres.
"Minggu ini saya akan kirim surat pengunduran diri secara resmi ke partai."
"Menurut saya Anies Baswedan pernah terlibat dalam politik identitas yang menurut saya tak pas," kata Hanandityo, Rabu (5/10/2022) dikutip dari Kompas.com.
Alasan lainnya Hanandityo mengundurkan diri juga karena tidak sevisi dengan prinsip berpolitik yang ia pegang.
5. Shafiq Pahlevi Pontoh
Kader lain yang mengundurkan diri ialah Wakil Sekretaris DPD Partai NasDem Semarang, Shafiq Pahlevi Pontoh.
"Saya sudah mengundurkan diri," kata Shafiq, Rabu (5/10/2022) dikutip dari Kompas.com.
Alasannya keluar dari Partai NasDem karena pemikiran dan hati nuraninya sudah tidak sejalan dengan kebijakan partai.
"Tidak lagi sesuai dengan hati nurani dan lebih baik mengundurkan diri," jelasnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "SMRC: Efek Deklarasikan Anies Capres, Suara Nasdem di Indonesia Bagian Timur Turun Tajam"