Selasa, 17 Maret 2026

Pilpres 2024

Jajak Pendapat Pemilu - Pilpres 2024: Calonkan Anies Baswedan, Suara Nasdem Tinggal 3,9 Persen

Partai Nasdem telah mendeklarasi Anies Baswedan sebagai capres untuk Pilpres 2024 tak banyak berefek elektoral.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Jajak Pendapat Pemilu - Pilpres 2024: Calonkan Anies Baswedan, Suara Nasdem Tinggal 3,9 Persen
Kolase TribunGorontalo.com
Bendera Partai Nasdem dan Anies Baswedan bersama Surya Paloh. Partai Nasdem telah mendeklarasi Anies Baswedan sebagai capres untuk Pilpres 2024 tak banyak berefek elektoral. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Partai Nasdem telah mendeklarasi Anies Baswedan sebagai capres untuk Pilpres 2024 tak banyak berefek elektoral.

Suara Nasdem di Indonesia bagian timur malahan anjlok, tersisa 3,9 persen dari 13 persen jelang Pemilu dan Pilpres 2024.

Sementara Jawa Barat yang diharapkan bisa mendongkrak suasa Nasdem hanya naik 0,4 poin menjadi 1,7 persen menjelang Pilpres 2024.

Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkap temuan terkait suara Partai Nasdem setelah partai yang dipimpin Surya Paloh itu mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024. Hasilnya, berdasarkan survei, Partai Nasdem kehilangan banyak suara di Indonesia bagian Timur.

"Keputusan Partai Nasdem untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden berdampak menurunnya suara partai ini dari Indonesia Timur. Sementara dukungan pemilih dari Indonesia Barat belum mengalami penguatan berarti," demikian tulis SMRC dalam keterangannya, Jumat (7/10/2022).

Melalui akun YouTube SMRC, Direktur Riset SMRC Deni Irvani memberi paparan mengenai penurunan tajam suara Nasdem di Indonesia bagian Timur.
Awalnya, Deni membeberkan bahwa Nasdem selalu memiliki suara yang kuat di luar Jawa, yakni di Indonesia bagian Timur pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019. Dia menyebut, Nasdem lemah di wilayah DKI Jakarta dan Banten.

"Pada 2019 hanya dapat 5,1 persen suara (di Jakarta dan Banten), tidak jauh berbeda dengan 2014, (yaitu) 5,6 persen. Kemudian di wilayah Jawa Barat juga wilayah yang lemah bagi Nasdem, bahkan wilayah yang paling lemah dukungan kepada Nasdem, hanya 5 persen di 2019 dan 4,9 persen di 2014," ujar Deni.

Deni menyampaikan, dukungan kepada Nasdem di Indonesia bagian Timur dari tahun 2014 ke 2019 naik signifikan, dari 7,5 persen menjadi 13,2 persen.

Menurut dia, kenaikan suara Nasdem di Indonesia bagian timur menjadi kenaikan yang paling tinggi dibandingkan wilayah lain. Deni mengatakan, dalam setahun terakhir, Nasdem tampak dekat dengan Anies.

Dia menduga Nasdem ingin memperkuat suara di wilayah yang selama ini lemah dengan cara mencalonkan Anies Baswedan sebagai capres.

"Pencalonan Anies oleh Nasdem saya kira diharapkan bisa memperkuat Nasdem di wilayah yang selama ini mereka lemah," kata dia.

Deni pun mencoba melihat tren dukungan terhadap Nasdem untuk Pemilu 2024 dalam satu tahun terakhir.

SMRC membagi tren kenaikan suara Nasdem di dua wilayah, yakni di Jawa Barat dan Indonesia bagian timur (wilayah selain Jawa dan Sumatera).

Pada Mei 2021 lalu, ada 10,8 persen warga di Indonesia bagian Timur yang mendukung Nasdem jika pemilu diadakan saat itu.

Satu tahun kemudian, atau lebih tepatnya pada Agustus 2022, suara Nasdem turun tajam di Indonesia bagian timur.

"Kemudian dukungan itu menurun menjadi tinggal hanya 3,9 persen pada survei terakhir di Agustus 2022," ucap Deni.

Sementara itu, dukungan untuk Nasdem di Jawa Barat yang memiliki sangat banyak pemilih tidak naik signifikan.

Sejak Mei 2021 sampai Agustus 2022, suara Nasdem hanya naik dari 0,4 persen ke 1,7 persen di wilayah Jawa Barat.

"Jadi, kalau selama ini diharapkan ada kenaikan dukungan yang signifikan dari pemilih di Jabar kepada Nasdem, kita belum melihat indikasi yang kuat itu terjadi pada Nasdem, setidaknya sampai survei di Agustus 2022," kata dia.

"Yang kelihatan lebih jelas adalah merosotnya dukungan dari pemilih di Indonesia bagian Timur kepada Nasdem secara signifikan," ucap Deni.

Pada akhir pemaparan, Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad menyampaikan bahwa suara dukungan untuk Nasdem yang diharapkan naik di Jabar tidak meningkat signifikan.

Mereka justru kehilangan banyak suara dari pendukung di Indonesia bagian timur.

"Ini adalah efek dari pencalonan Anies Baswedan oleh Partai Nasdem sebagai capres pada Pemilu 2024," kata Ahmad.

Pada pertengahan Juni 2022, Nasdem menyatakan bahwa mereka menjadikan Anies Baswedan sebagai salah satu bakal calon presiden untuk Pilpres 2024.

Selain nama Anies, nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa juga keluar di Rakernas Nasdem.

Baca juga: Posisi Tawar Demokrat Gabung Nasdem - PKS: AHY Pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024

Dari 3 nama tersebut, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh akan memilih satu nama sebagai Capres 2024.

Kemudian, pada Senin (3/10/2022), Nasdem mempertegas dukungannya terhadap Anies Baswedan. Surya Paloh secara resmi mengumumkan Nasdem mendukung Anies menjadi capres.

Paloh meyakini Anies adalah pilihan terbaik dari tiga nama bakal capres yang muncul pada Juni lalu.

Kader Partai Banyak yang Mundur

Ketua DPW NasDem DKI Jakarta Nurcahyo Anggorojati mengakui banyak koleganya di partai mengundurkan diri usai deklarasi Anies Baswedan sebagai capres 2024.

Meski ada beberapa yang mengaku tak sejalan dengan Anies, namun ia menyebut, ada juga beberapa kader NasDem yang mundur dengan alasan lain.

"Ada memang yang mengundurkan diri, satu memang terkait dengan pencalonan atau pendeklarasian pak Anies, tapi banyak juga yang tidak," ucapnya, Jumat (7/10/2022).

Ini mencontohkan, gelombang pengunduran diri yang dilakukan kader NasDem di Semarang.

Berdasarkan informasi yang didapatnya, Nurcahyo menyebut, para kader NasDem itu sudah mengajukan surat pengunduran diri sebelum partainya mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres 2024.

"Di Jawa Tengah itu sebenarnya (pengunduran diri) sudah beberapa tahun lalu, tapi baru dikabarkan sekarang," ujarnya.

"Saya cek di Semarang itu (kader NasDem) sudah mundur sebelum deklarasi kemarin dan tidak ada kaitannya dengan deklarasi Anies," sambungnya.

Walau banyak kader NasDem yang akhirnya memilih mundur, Nurcahyo menegaskan komitmen DPW NasDem DKI dalam mengusung Anies Baswedan sebagai capres.

Ia pun menyebut, suara NasDem DKI sudah bulat memilih eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dalam Pilpres 2024 mendatang.

Baca juga: Survei Pilpres 2024: Ganjar Pranowo - Puan Maharani Menang di Jateng-Jatim

"Kami di DKI cukup solid, di DKI enggak ada (kader NasDem mengundurkan diri karena deklarasi Anies capres 2024)," tuturnya.

Dilansir dari Tribunnews.com, berikut daftar kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang mundur setelah deklarasikan nama Gubernur DKI Anies Baswedan jadi calon presiden (capres) 2024.

Deklarasi capres itu digelar di Kantor DPP Partai NasDem, Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat.

"NasDem mencari yang terbaik dari yang terbaik, NasDem akhirnya melihat sosok Anies Baswedan."

"Kami mempunyai keyakinan dalam prespektif dalam secara makro dan mikro sejalan dengan apa yang kami (NasDem) yakini." kata Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dalam tayangan Breaking News KompasTv, Senin (3/10/2022).

Atas keputusan tersebut, terdapat sejumlah reaksi pro maupun kontra dari sejumlah kader NasDem.

Berikut daftar kader Partai NasDem yang mundur, usai deklarasikan nama Anies Baswedan jadi capres 2024:

1. Niluh Djelantik

Pengusaha dan tokoh masyarakat dari Bali, Niluh Djelantik, memutuskan untuk yang hengkang dari Partai NasDem.

Ia mengumumkan keputusannya mundur sebagai kader Partai NasDem melalui akun Instagram @niluhdjelantik, Senin (3/10/2022) pukul 21.40 WITA.

Niluh menyatakan tidak sejalan dengan Anies meski tidak punya masalah pribadi dengan Gubernur DKI Jakarta itu.

"NILUH DJELANTIK konsisten tegak lurus pada perjuangan untuk rakyat bersama rakyat.

"Dengan atau TANPA partai politik. Sikapku tegas. Integritasku jelas. Terimakasih atas support kesayangan yang setia menemaniku. Ketjup sayang," isi foto yang diunggahnya di akun instagram pribadinya.

2. Panji Astika

Kader lainnya yang juga mengundurkan diri adalah Wakil Ketua Bidang Hubungan Eksekutif di DPW Partai NasDem Bali Anak Agung Ngurah Panji Astika.

Pria yang akrab disapa Gung Panji itu mengaku tak setuju dengan keputusan partainya yang mengusung Anies Baswedan.

Gung Panji mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat pengunduran diri tersebut.

“Kemarin kirim surat. Sudah resmi,” kata Gung Panji, Rabu (5/11/2022) sebagaimana dilansir Tribunnews.

Gung Panji menegaskan kembali, bahwa perbedaan pilihan itu yang mendasari dirinya mundur.

Ia mengaaku tidak ingin berseteru di dalam partai.

Sehingga pilihannya adalah keluar dari partai besutan Surya Paloh itu.

“Karena saya masuk baik. Keluar juga harus baik-baik. Mereka semua memahami,” ungkapnya.

3. Andreas Acui Simanjaya

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Barat, Andreas Acui Simanjaya juga memilih mundur dari kepengurusan di DPD Partai NasDem Kalbar.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali.

Ali menyebut keputusan mundur para kader NasDem tersebut tidak bisa dihalangi dan merupakan seleksi alam.

Karena, keputusan NasDem untuk mengusung Anies Baswedan menjadi Capres ini juga akan menyeleksi loyalitas kader kepada partai.

"Kata Ketua Umum, keputusan kemarin ini juga akan menyeleksi loyalitas kader terhadap partai. Jadi, ini akan terjadi seleksi alam," kata Ali, Selasa (4/10/2022), dilansir Kompas.com.

4. Hanandityo Narendro

Sekretaris Garda Pemuda Nasdem DPD Kota Semarang, Hanandityo Narendro, juga memilih untuk mundur dari Partai NasDem.

Hanandityo mengaku tak setuju dengan keputusan partai yang mengusung Anies Baswedan sebagai capres.

"Minggu ini saya akan kirim surat pengunduran diri secara resmi ke partai."

"Menurut saya Anies Baswedan pernah terlibat dalam politik identitas yang menurut saya tak pas," kata Hanandityo, Rabu (5/10/2022) dikutip dari Kompas.com.

Alasan lainnya Hanandityo mengundurkan diri juga karena tidak sevisi dengan prinsip berpolitik yang ia pegang.

5. Shafiq Pahlevi Pontoh

Kader lain yang mengundurkan diri ialah Wakil Sekretaris DPD Partai NasDem Semarang, Shafiq Pahlevi Pontoh.

"Saya sudah mengundurkan diri," kata Shafiq, Rabu (5/10/2022) dikutip dari Kompas.com.

Alasannya keluar dari Partai NasDem karena pemikiran dan hati nuraninya sudah tidak sejalan dengan kebijakan partai.

"Tidak lagi sesuai dengan hati nurani dan lebih baik mengundurkan diri," jelasnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "SMRC: Efek Deklarasikan Anies Capres, Suara Nasdem di Indonesia Bagian Timur Turun Tajam"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved