Kamis, 12 Maret 2026

Pilpres 2024

Jajak Pendapat Pemilu - Pilpres 2024: Calonkan Anies Baswedan, Suara Nasdem Tinggal 3,9 Persen

Partai Nasdem telah mendeklarasi Anies Baswedan sebagai capres untuk Pilpres 2024 tak banyak berefek elektoral.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Jajak Pendapat Pemilu - Pilpres 2024: Calonkan Anies Baswedan, Suara Nasdem Tinggal 3,9 Persen
Kolase TribunGorontalo.com
Bendera Partai Nasdem dan Anies Baswedan bersama Surya Paloh. Partai Nasdem telah mendeklarasi Anies Baswedan sebagai capres untuk Pilpres 2024 tak banyak berefek elektoral. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Partai Nasdem telah mendeklarasi Anies Baswedan sebagai capres untuk Pilpres 2024 tak banyak berefek elektoral.

Suara Nasdem di Indonesia bagian timur malahan anjlok, tersisa 3,9 persen dari 13 persen jelang Pemilu dan Pilpres 2024.

Sementara Jawa Barat yang diharapkan bisa mendongkrak suasa Nasdem hanya naik 0,4 poin menjadi 1,7 persen menjelang Pilpres 2024.

Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkap temuan terkait suara Partai Nasdem setelah partai yang dipimpin Surya Paloh itu mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024. Hasilnya, berdasarkan survei, Partai Nasdem kehilangan banyak suara di Indonesia bagian Timur.

"Keputusan Partai Nasdem untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden berdampak menurunnya suara partai ini dari Indonesia Timur. Sementara dukungan pemilih dari Indonesia Barat belum mengalami penguatan berarti," demikian tulis SMRC dalam keterangannya, Jumat (7/10/2022).

Melalui akun YouTube SMRC, Direktur Riset SMRC Deni Irvani memberi paparan mengenai penurunan tajam suara Nasdem di Indonesia bagian Timur.
Awalnya, Deni membeberkan bahwa Nasdem selalu memiliki suara yang kuat di luar Jawa, yakni di Indonesia bagian Timur pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019. Dia menyebut, Nasdem lemah di wilayah DKI Jakarta dan Banten.

"Pada 2019 hanya dapat 5,1 persen suara (di Jakarta dan Banten), tidak jauh berbeda dengan 2014, (yaitu) 5,6 persen. Kemudian di wilayah Jawa Barat juga wilayah yang lemah bagi Nasdem, bahkan wilayah yang paling lemah dukungan kepada Nasdem, hanya 5 persen di 2019 dan 4,9 persen di 2014," ujar Deni.

Deni menyampaikan, dukungan kepada Nasdem di Indonesia bagian Timur dari tahun 2014 ke 2019 naik signifikan, dari 7,5 persen menjadi 13,2 persen.

Menurut dia, kenaikan suara Nasdem di Indonesia bagian timur menjadi kenaikan yang paling tinggi dibandingkan wilayah lain. Deni mengatakan, dalam setahun terakhir, Nasdem tampak dekat dengan Anies.

Dia menduga Nasdem ingin memperkuat suara di wilayah yang selama ini lemah dengan cara mencalonkan Anies Baswedan sebagai capres.

"Pencalonan Anies oleh Nasdem saya kira diharapkan bisa memperkuat Nasdem di wilayah yang selama ini mereka lemah," kata dia.

Deni pun mencoba melihat tren dukungan terhadap Nasdem untuk Pemilu 2024 dalam satu tahun terakhir.

SMRC membagi tren kenaikan suara Nasdem di dua wilayah, yakni di Jawa Barat dan Indonesia bagian timur (wilayah selain Jawa dan Sumatera).

Pada Mei 2021 lalu, ada 10,8 persen warga di Indonesia bagian Timur yang mendukung Nasdem jika pemilu diadakan saat itu.

Satu tahun kemudian, atau lebih tepatnya pada Agustus 2022, suara Nasdem turun tajam di Indonesia bagian timur.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved