Rabu, 4 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-215: AS Beri Kyiv Nasams dan Ancam Putin jika Gunakan Nuklir

Kondisi terkini perang, Senin (26/9/2022): AS berikan rudal pertahanan Nasams ke Ukraina dan ancam Rusia jika Vladimir Putin gunakan senjata nuklir.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-215: AS Beri Kyiv Nasams dan Ancam Putin jika Gunakan Nuklir
Kolase Capture The Guardian
Kolase Presiden Amerika Serikat Joe Biden (Kanan) saat menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin (Kiri) sebagai penjahat perang karena invasi di Ukraina. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina pada hari ke-215 pada Senin (26/9/2022): AS memberikan sistem rudal pertahanan udara Nasams ke untuk Kyiv sekaligus peringatkan Moskow bahwa AS akan menindak tegas jika pasukan invasi Putin menggunakan senjata nuklir saat invasi di Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perang antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Senin (26/9/2022) telah berlangsung selama 215 hari.

Kabar terbaru di antaranya adalah Amerika Serikat memberikan rudal pertahanan udara Nasams ke Ukraina dan mengancam Rusia jika menggunakan senjata nuklir di Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi ini sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).

Putin juga menyebut invasi ini sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-213: Dimulai, Referendum untuk Gabung Rusia Diabaikan Warga

Konflik yang terjadi di antara negara bertetangga tersebut sampai saat ini terus berlanjut dan belum tampak akan segera berakhir.

Bahkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut bahwa perang Rusia vs Ukraina dapat berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya.

Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-215 perang Rusia dengan Ukraina:

- Amerika Serikat dan sekutunya akan bertindak 'tegas' jika Rusia menggunakan senjata nuklir taktis di Ukraina, kata Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-212: NATO Mengutuk Rencana Referendum untuk Gabung Rusia

Sullivan menegaskan kembali tanggapan Gedung Putih AS sebelumnya terhadap meningkatnya kekhawatiran bahwa ancaman Putin semakin berbahaya untuk direalisasikan

“Kami telah berkomunikasi secara langsung, secara pribadi dan pada tingkat yang sangat tinggi kepada Kremlin bahwa setiap penggunaan senjata nuklir akan menghadapi konsekuensi bencana bagi Rusia," ujar Sullivan kepada CBS pada Minggu (25/9/2022).

"Bahwa AS dan sekutu kami akan merespons dengan tegas, dan kami telah jelas dan spesifik tentang apa yang akan terjadi.” sambungnya.

- Protes terhadap perintah mobilisasi militer parsial Putin tampaknya terus berlanjut di republik Rusia Dagestan, dengan video yang menunjukkan kebuntuan antara polisi dan publik.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-211: Rudal Pasukan Putin Hantam Kharkiv, 10 Orang Terluka

Rekaman video yang diposting di media sosial menunjukkan polisi menangkap para demonstran yang memprotes perintah untuk merekrut 300.000 lebih orang Rusia menjadi tentara untuk upaya perang di Ukraina.

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersumpah untuk membebaskan seluruh negara saat Rusia melanjutkan dengan referendum di daerah-daerah pendudukan di Ukraina.

Referendum atau voting itu sendiri diadakan sebagai upaya menggabungkan beberapa wilayah di Ukraina ke dalam federasi Rusia.

Zelensky mengatakan angkatan bersenjata Ukraina akan mengusir pasukan Rusia dan membalas “setiap serangan agresor”.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-210: 4 Wilayah Bakal Gelar Referendum untuk Gabung Rusia

Zelensky pun bersumpah bahwa Ukraina akan mendapatkan kembali kendali atas wilayah Kherson selatan dan Donbas timur, dengan mengatakan:

"Setiap pembunuh dan penyiksa akan dibawa ke pengadilan."

- PM Inggris yang baru yakni Liz Truss mengatakan bahwa sekutunya Prancis dan AS harus terus mendukung Ukraina dalam menghadapi ancaman yang meningkat dari Putin dan panggilan militer Rusia.

Truss menyebut Putin meningkatkan perang karena dia tidak menang dan telah melakukan kesalahan.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-209: Luhansk Akhirnya Lepas dari Kendali Pasukan Militer Putin

- Antrean panjang kendaraan berada di perbatasan antara Rusia dan Mongolia ketika orang-orang terus melarikan diri dari perintah mobilisasi Kremlin, AFP melaporkan.

Kepala pos pemeriksaan di Kota Altanbulag, Mongolia mengatakan kepada badan tersebut bahwa lebih dari 3.000 orang Rusia telah memasuki Mongolia melalui penyeberangan sejak Rabu (21/9/2022).

- Serbia tak akan mengakui "referendum" pencaplokan Rusia di wilayah Ukraina yang diduduki.

Menteri Luar Negeri Serbia Nikola Selakovic mengatakan bahwa referendum itu “benar-benar bertentangan dengan kepentingan negara dan nasional kami, kebijakan kami dalam menangani integritas teritorial, kedaulatan, dan prinsip perbatasan yang tidak dapat diganggu gugat”.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-208: Pasukan Militer Putin Serang Donetsk, 5 Warga Sipil Tewas

- Zelensky telah memperbarui seruan kepada sekutu Barat untuk memotong bank-bank Rusia dari Swift, sistem perbankan global yang memungkinkan bank-bank saling mengirim pesan.

“Jika kita memotong bank Rusia dari Swift, kita perlu memotong semua bank Rusia dari Swift,” tegas Zelensky.

- Zelensky juga menyatakan bahwa Ukraina telah menerima rudal pertahanan udara Nasams (national advance surface-to-air missile systems) dari AS.

Dalam sebuah wawancara TV, Zelensky berterima kasih kepada Presiden AS Joe Biden dan menegaskan bahwa Ukraina sekarang memiliki sistem.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-207: Teruskan Invasi, Putin Disentil Biden agar Tak Pakai Nuklir

Zelensky juga menuturkan bahwa panggilan militer Rusia adalah pengakuan diam-diam bahwa “pasukannya tidak mampu berperang”.

- Ribuan peziarah Yahudi Hassidik berbondong-bondong ke Ukraina tengah untuk menandai tahun baru Yahudi pada Minggu.

Mereka mengabaikan peringatan perjalanan internasional ketika pasukan Rusia menyerang lebih banyak target dari udara.

Para peziarah, banyak yang bepergian dari Israel dan lebih jauh, berkumpul di kota kecil Uman, situs pemakaman Nachman dari Breslov, seorang rabi Hassidik yang meninggal dunia pada tahun 1810, Associated Press melaporkan.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-205: Mirip di Bucha, Kuburan Massal 440 Jasad Ditemukan di Izium

- Duta Besar Ukraina untuk Inggris Vadym Prystaiko telah mengeluarkan permohonan untuk melanjutkan "kemurahan hati" dan "kesabaran" dari mereka yang menawarkan rumah bagi para pengungsi di Inggris.

Prystaiko mengatakan Ukraina membutuhkan "lebih banyak" bantuan dari Inggris ketika negara itu memerangi invasi Moskow, dengan pemanggilan militer Kremlin menjadi "sesuatu yang hebat".

- Israel akan merawat 20 tentara Ukraina yang terluka dalam perang dengan Rusia, menurut Duta Besar Israel untuk Ukraina Michael Brodsky.

Sejumlah 2 pasien pertama akan tiba pada Minggu untuk perawatan di Pusat Medis Sheba dekat Tel Aviv, kata utusan Brodsky.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-204: 8 Rudal Pasukan Militer Putin Hujani Kota Asal Zelensky

- Aiden Aslin, salah satu dari 5 warga negara Inggris yang dibebaskan oleh Rusia pekan lalu, telah memberikan wawancara media pertamanya setelah kembali ke Inggris.

Aslin mengatakan kepada Sun pada Minggu bahwa dia ditahan di sel isolasi selama lima bulan dan "diperlakukan lebih buruk daripada seekor anjing".

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved