Capres 2024
Mayoritas Tolak Duet Prabowo-Jokowi di Pilpres 2024, Yunarto Wijaya: Dianggap Black Campaign
Wacana duet Prabowo Subianto dan Joko Widodo maju Pilpres 2024 ditolak mayoritas responden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/260922-prabowo-Jokowi-diskusi.jpg)
"Ya ini kan perkembangan berjalan terus kita ikuti kita diskusi terus sama beliau," kata dia.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut pernah disurati agar diduetkan pada pilpres 2024.
Hal itu diungkapkan Koordinator Sekretariat Bersama (Sekber) Prabowo-Jokowi, Ghea Giasty Italiane saat wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Kantor Tribun, Jakarta, Senin (26/9/2022).
Ghea mengatakan pihaknya mendapat respon ketika menyurati pihak Prabowo meski tidak menyatakan menerima juga menolak dukungan tersebut.
"Tidak menolak juga tidak menerima juga yang penting mereka terima kasih aja karena ternyata masih banyak yang mau mendukung beliau berdua untuk maju bersama," kata Ghea.
Sama halnya ke Prabowo, Ghea juga mengaku sempat menyurati pihak Istana untuk menyampaikan aspirasi tersebut.
Baca juga: Koalisi Besar Anies Baswedan-AHY Kuda Hitam Pilpres 2024: Kalahkan Puan-Prabowo-Airlangga
Kendati demikian, Ghea menuturkan pihaknya tak mendapat respons setelah menyurati pihak Istana.
"Kalau waktu itu kita memang mengirim surat ke istana yah cuman memang untuk balasannya tidak ada," ujarnya.
Lebih lanjut, Ghea berharap Jokowi menerima aspirasi tersebut.
"Namun dari beberapa media beliau menolak pun tidak menerima pun tidak. Mudah-mudahan sih beliau menerima," ungkap dia.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tanggapi Wacana Duet Prabowo-Jokowi di 2024, Yunarto Wijaya: Gerindra Merasa Dirugikan