Capres 2024
Mayoritas Tolak Duet Prabowo-Jokowi di Pilpres 2024, Yunarto Wijaya: Dianggap Black Campaign
Wacana duet Prabowo Subianto dan Joko Widodo maju Pilpres 2024 ditolak mayoritas responden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/260922-prabowo-Jokowi-diskusi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Wacana duet Prabowo Subianto dan Joko Widodo maju Pilpres 2024 ditolak mayoritas responden.
Sebuah jajak pendapat menemukan umumnya (57 persen) publik menolak duet Prabowo Subianto-Jokowi disandingkan pada pesta demokrasi 2024.
Hanya 31 persen publik yang menerima atau setuju jika Prabowo Subianto-Jokowi maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya menyebut Partai Gerindra merasa dirugikan akibat wacana duet Prabowo Subianto dan Jokowi di pilpres 2024.
Awalnya, Yunarto mengatakan secara empiris rupanya Gerindra cenderung menolak wacana Prabowo-Jokowi.
Hal itu, kata dia, terlihat dari beberapa pernyataan kata Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad yang cenderung menolak.
Baca juga: Peluang Koalisi PDIP, Gerindra, PKB Usung Puan Maharani-Prabowo: Ini Survei Litbang Kompas
"Kalau kita baca secara empiris juga kalau kita coba tafsirkan dari pernyataan misalnya Dasco ya Ketua Harian dari Gerindra cenderung juga menolak," kata Yunarto saat wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Kantor Tribun, Jakarta, Senin (26/9/2022).
Selain itu, Yunarto menuturkan munculnya beberapa spanduk Prabowo-Jokowi di beberapa daerah dianggap Gerindra sebagai bentuk black campaign.
"Artinya mereka merasa dirugikan bukan diuntungkan situasi ini. Itu tafsiran saya dan spekulasi saya mengenai secara empiris ya," ujarnya.
Tak hanya itu, ia mengungkapkan berdasarkan hasil survei lembaganya, Charta Politika memperlihatkan mayoritas responden menolak wacana itu.
"Ternyata 57 persen menolak, 31 persen setuju sisanya belum menentukan pilihan," ucap Yunarto.
Karena itu, Yunarto menganggap narasi mencegah polarisasi di balik wacana Prabowo-Jokowi tak bisa diterima.
"Artinya kan kalau dibaca dari sini kalau tidak ada perubahan berarti kalau maju pun dua sosok ini walaupun disebut dua sosok kebangsaan bisa mencegah polarisasi tapi ternyata tidak diterima," ungkapnya.
Yunarto lantas menanyakan alasan Sekretariat Bersama (Sekber) Prabowo-Jokowi yang menggabungkan wacana tersebut.
"Jangan-jangan hanya perasaan dari temen-temen (Sekber) saja bukan merepresentasikan perasaan dari pendukung Jokowi dengan pendukung Prabowo yang sesungguhnya," imbuh dia.
Prabowo Subianto Tertawa Ditanya Kemungkinan Berduet dengan Jokowi
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo menyikapi soal wacana duet dirinya dengan Jokowi dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Dalam wacana yang berkembang, Prabowo Subianto akan diusung sebagai calon presiden (capres) sedangkan Jokowi sebagai calon wakil presiden (Cawapres).
Mendengar pertanyaan awak media soal wacana tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra itu tertawa seraya mengungkap kalau kemungkinan yang demikian bisa saja terjadi.
"Hahahaha, ya semua kemungkinan kita hormati. Ada saja, terima kasih," kata Prabowo Subianto saat ditemui awak media di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, usai rapat bersama Komisi I DPR RI, Senin (26/9/2022).
Baca juga: Puan Maharani Menguat di PDIP, Relawan Ganjar Pranowo Alihkan Dukungan ke Prabowo Subianto
Tak hanya itu, Prabowo Subianto juga menanggapi soal adanya kemungkinan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin maju dalam Pilpres dengan Puan Maharani.
Sebagaimana diketahui, Gerindra dengan PKB memang telah terlihat mesra menjalin komunikasi, bahkan digadang-gadang akan melakukan koalisi dengan mengusung kedua ketua umum partai tersebut sebagai pasangan capres-cawapres.
Menyikapi hal itu, Prabowo Subianto menyinggung soal kesepakatan yang sudah dijalin oleh Gerindra dengan PKB.
Namun, dirinya menghormati apapun yang menjadi keputusan Cak Imin.
"Ya itu hak beliau (Cak Imin), tapi kan kita udah ada kesepakatan," katanya.
Meski begitu, mantan Pangkostrad tersebut menyatakan, sejauh ini pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan Cak Imin.
Bahkan, sebagai bagian dari dinamika politik, perkembangan yang akan terjadi nantinya juga masuk dalam diskusi antara keduanya.
Sebagaimana diketahui, Gerindra dengan PKB memang telah terlihat mesra menjalin komunikasi, bahkan digadang-gadang akan melakukan koalisi dengan mengusung kedua ketua umum partai tersebut sebagai pasangan capres-cawapres.
Menyikapi hal itu, Prabowo Subianto menyinggung soal kesepakatan yang sudah dijalin oleh Gerindra dengan PKB.
Namun, dirinya menghormati apapun yang menjadi keputusan Cak Imin.
"Ya itu hak beliau (Cak Imin, red), tapi kan kita udah ada kesepakatan," katanya.
Meski begitu, mantan Pangkostrad tersebut menyatakan, sejauh ini pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan Cak Imin.
Bahkan, sebagai bagian dari dinamika politik, perkembangan yang akan terjadi nantinya juga masuk dalam diskusi antara keduanya.
"Ya ini kan perkembangan berjalan terus kita ikuti kita diskusi terus sama beliau," kata dia.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut pernah disurati agar diduetkan pada pilpres 2024.
Hal itu diungkapkan Koordinator Sekretariat Bersama (Sekber) Prabowo-Jokowi, Ghea Giasty Italiane saat wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Kantor Tribun, Jakarta, Senin (26/9/2022).
Ghea mengatakan pihaknya mendapat respon ketika menyurati pihak Prabowo meski tidak menyatakan menerima juga menolak dukungan tersebut.
"Tidak menolak juga tidak menerima juga yang penting mereka terima kasih aja karena ternyata masih banyak yang mau mendukung beliau berdua untuk maju bersama," kata Ghea.
Sama halnya ke Prabowo, Ghea juga mengaku sempat menyurati pihak Istana untuk menyampaikan aspirasi tersebut.
Baca juga: Koalisi Besar Anies Baswedan-AHY Kuda Hitam Pilpres 2024: Kalahkan Puan-Prabowo-Airlangga
Kendati demikian, Ghea menuturkan pihaknya tak mendapat respons setelah menyurati pihak Istana.
"Kalau waktu itu kita memang mengirim surat ke istana yah cuman memang untuk balasannya tidak ada," ujarnya.
Lebih lanjut, Ghea berharap Jokowi menerima aspirasi tersebut.
"Namun dari beberapa media beliau menolak pun tidak menerima pun tidak. Mudah-mudahan sih beliau menerima," ungkap dia.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tanggapi Wacana Duet Prabowo-Jokowi di 2024, Yunarto Wijaya: Gerindra Merasa Dirugikan