Begini Kata Sandy Tumiwa saat Ikut Perkumpulan Debus Banten Somasi Pesulap Merah: Debus Bukan Sulap
Jadi duta seni budaya khas Banten, Sandy Tumiwa ikut wakili Perkumpulan Debus Banten Indonesia (PDBI) mensomasi Marcel Radhival alias Pesulap Merah.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Satu, menutut Saudara Marcel Pesulap Merah untuk meminta maaf akibat ulah perbuatan yang menimbulkan kegaduhan dan terbangunnya persepsi salah tentang debus di masyarakat.
Dua, menutut Saudara Marcel Pesulap Merah memulihkan nama baik seni budaya debus dengan menyatakan tegas bahwa atraksi debus bukan trik dan sulap serta menyatakan debus merupakan warisan budaya Kesultanan Banten yang memiliki filosofi dan nilai-nilai kebaikan yang harus dipertahankan atau dilestarikan.
Tiga, permintaan maaf dan pemulihan nama baik tersebut secara terbuka ditayangkan melalui media sosial, media elektronik, serta media nasional dan lokal yaitu sebanyak minimal 3 media nasional dan 3 media lokal Banten.
Keempat, meminta Saudara Marcel mengakhiri persoalan atau perkara ini dengan menghentikan penggunaan kata debus dalam konten-konten yang dibuat dan didistribusikannya serta datang bersilaturahmi ke Banten, sungkem kepada sesepuh Kenadziran Kesultanan Banten yang tempatnya di Banten lama situs sejarah Kesultanan Banten."
Baca juga: Susul Richard Lee, Pesulap Merah Bakal Dilaporkan ke Polisi soal Debus, Sandy Tumiwa: Lagi Disiapkan
Adapun PDBI memberikan waktu 3x24 jam untuk Pesulap Merah bisa melakukan semua permintaan-permintaan dalam somasi tersebut.
"Demikian somasi ini ditujukan kepada Saudara Marcel Pesulap Merah untuk dapat ditanggapi kami beri waktu 3x24 jam." tegas Nuri.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Seni Budaya Indonesia (PSBI) Yangto yang juga mendampingi PDBI mengatakan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum jika Pesulap Merah tak melaksanakan isi somasi itu.
"Setelah ini kalau memang tidak ada tanggapan baik untuk Debus Banten tentu kami akan melalukan jalur hukum dan akan menindaklanjutinya sesuai dengan prosedur yang ada," kata Yangto.
"Kalau dia merasa bahwa ini sesuatu yang dianggap sudah benar dia menyampaikan seperti itu ya baru kita akan melakukan upaya hukum," imbuhnya.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PESULAP-MERAH-VS-SANDY-TUMIWA.jpg)