Capres 2024

Pemilih PDIP Inginkan Puan Maharani Maju Pilpres 2024

Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diinginkan kader partainya maju Pilpres 2024.

Editor: Lodie Tombeg
TribunGorontalo.com
Baliho Puan Maharani di Jalan Trans Sulawesi, antara Manado dan Gorontalo. Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diinginkan kader partainya maju Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO, Jakarta - Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diinginkan kader partainya maju Pilpres 2024.

Tak hanya kader, pemilih PDIP menjagokan Puan Maharani berkontestasi pada pesta demokrasi 5 tahunan itu.

Sebanyak 52,9 persen pemilih PDIP, responden yang mengaku pendukung PDIP, mendukung Puan Maharani sebagai capres.

Hasil jajak pendapat mayoritas pemilih atau konstituen PDIP, Golkar, Gerindra, dan Demokrat mengharapkan tokoh sentral partainya untuk maju capres.

Demikian jajak pendapat lembaga survei Political Statistics (Polstat).

Baca juga: Puan Maharani Ingin Temui Muhaimin usai Bertemu Prabowo: Antar Pesan Megawati

Berdasarkan analisis cross-tabulation atas hasil survei yang dilakukan POLSTAT, sebanyak 52,9 persen responden yang mengaku pemilih PDIP menginginkan Ketua DPR RI Puan Maharani maju sebagai capres pada Pilpres 2024 nanti.

Kemudian sebanyak 89,8 persen pemilih Partai Gerindra mendukung pencalonan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam kontestasi Pilpres 2024.

Sementara, sebanyak 68,7 persen responden yang menyatakan memilih Partai Golkar mengharapkan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto juga ikut maju dalam kandidasi pemilihan presiden 2024.

Kemudian, Partai Demokrat sebanyak 67,6 persen calon pemilihnya juga menginginkan AHY jadi Capres 2024.

Peneliti Senior POLSTAT, Zaki Darmawan menjelaskan para konstituen partai khawatir apabila tokoh sentral partainya tidak maju sebagai capres dapat berpengaruh pada merosotnya suara partai mereka pada Pileg 2024.

"Sebagai gambaran, perolehan suara Partai Golkar terus anjlok saat partai ini tidak memajukan kadernya sebagai capres atau cawapres pada Pilpres 2014 dan 2019. Pada Pilpres 2014, saat masih memiliki kader sebagai cawapres (Jusuf Kalla) Partai Golkar masih mampu meraih suara 14,75 persen. Namun di Pemilu 2019 suara Partai Golkar merosot menjadi 12,57 % karena tak ada kadernya yang ikut kandidasi Pilpres," ujar Zaki dalam konferensi pers daring, Jumat (16/9/2022).

Zaki menilai, nasib yang sama dialami Demokrat yang absen dalam kandidat Pilpres 2014 dan 2019. Pada Pemilu 2014 suara partai besutan SBY itu terjun bebas menjadi 10,90 persen (pada Pemilu 2009 sebesar 20,85 persen).

Sementara di Pemilu 2019 perolehan suara Partai Demokrat anjlok lagi menjadi 7,77 persen akibat sikap netral partai tersebut dalam kontestasi Pilpres 2019.

Baca juga: KedaiKOPI Survei Capres Perempuan: Puan Maharani Kalahkan Megawati, Susi, Risma dan Sri Mulyani

"Di lain pihak, Partai Gerindra yang selalu mengajukan tokohnya dalam Pilpres 2009, 2014 dan 2019, terus mengalami kenaikan suara yang cukup signifikan," tutur Zaki.

Untuk diketahui, survei POLSTAT dilakukan pada tanggal 1 sampai 10 September 2022 di 34 provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Populasi survei ini adalah seluruh penduduk Indonesia yang sudah punya hak pilih atau 17 tahun ke atas.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved