Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-202: Putin Diminta Mundur Warganya Imbas Invasi di Ukraina

Kondisi terkini perang Selasa (13/9/2022): Deputi kota Moskow dan St Petersburg menandatangani petisi warga agar Putin mundur imbas perang di Ukraina.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Capture via Reuters
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin saat berpidato di Stadion Luzhniki Moskow tentang perang di Ukraina pada Jumat (18/3/2022). Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-202 pada Selasa (13/9/2022) adalah Putin diminta mundur oleh warga dan pemerintahannya sendiri imbas invasi yang dilancarkan ke Ukraina. 

Dikabarkan bahwa tentara Rusia menjatuhkan senjata mereka ke tanah ketika mereka melarikan diri, dengan beberapa orang melompat ke sepeda curian dan mencoba untuk melewati penduduk setempat.

Seorang analis memperkirakan bahwa lebih dari 300 kendaraan, termasuk tank, mortir self-propelled dan truk pasokan, telah hilang antara 7 dan 11 September.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-197: Zelenskyy Klaim Berhasil Rebut Kembali Wilayah Kharkiv

- Rusia menanggapi serangan balasan dengan meluncurkan serangan rudal yang memutus aliran listrik dan pasokan air di Kota Kharkiv, Ukraina untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari 24 jam.

Ini melumpuhkan kota terbesar kedua di Ukraina tersebut pada Senin pagi waktu setempat, beberapa jam setelah Pemerintah Kota Kharkiv memulihkan 80 persen utilitas yang telah digunakan.

Ukraina juga mengatakan Rusia meluncurkan 18 rudal dan 39 serangan udara semalam.
Setidaknya 4 warga sipil tewas dan 11 korban lainnya terluka, Kantor Kepresidenan Ukraina di Kyiv menambahkan.

- Putin muncul di TV pemerintah pada Senin malam waktu setempat, memimpin pertemuan tentang ekonomi di mana dia tidak mengacu pada situasi militer dan mengatakan Rusia bertahan dalam menghadapi sanksi barat.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-196: PBB Serukan Demiliterisasi di Wilayah PLTN Zaporizhzhia

“Taktik blitzkrieg ekonomi, serangan gencar yang mereka andalkan, tidak berhasil." sebut Putin.

Sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan "operasi militer berlanjut" dan "akan berlanjut sampai tujuan yang semula ditetapkan tercapai".

- Amerika Serikat menilai bahwa Rusia sebagian besar telah menyerahkan keuntungannya di dekat Kharkiv dan banyak tentara Rusia yang mundur telah keluar dari Ukraina danbergerak melintasi perbatasan kembali ke Rusia, kata seorang pejabat senior militer AS, Senin.

Sedangkan lembaga pemikir Institute for the Study of War yang berbasis di AS mengatakan bahwa "Ukraina telah membalikkan keadaan, tetapi serangan balik saat ini tidak akan mengakhiri perang".

Baca juga: Update Perang Rusia Ukraina Hari Ke-195: Penembakan di PLTN Zaporizhzhia Putuskan Listrik Cadangan

- Pihak berwenang Ukraina mengatakan mereka menangkap begitu banyak tawanan perang Rusia hingga kehabisan ruang untuk menempatkan mereka, Associated Press melaporkan.

Oleksiy Arestovich, Penasihat Presiden Ukraina tidak merinci jumlah tahanan Rusia, tetapi mengatakan PoW (tawanan perang) akan ditukar dengan anggota layanan Ukraina yang ditahan oleh Moskow.

Jubir Intelijen Militer Ukraina Andrey Yusov mengatakan pasukan yang ditangkap termasuk sejumlah besar perwira Rusia.

- Deputi kota dari 18 distrik Moskow dan St Petersburg telah menandatangani pernyataan publik yang menuntut agar Putin mengundurkan diri.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-192: Kyiv Klaim Pukul Mundur Pasukan Putin di Wilayah Kherson

“Kami, deputi kota Rusia, percaya bahwa tindakan Presiden Vladimir Putin membahayakan masa depan Rusia dan warganya,” bunyi pernyataan yang diterbitkan oleh Ksenia Torstrem, wakil kota distrik Semenovsky di St Petersburg.

“Deputi belum dilarang berpendapat. Dan juga tidak dilarang berbicara untuk pengunduran diri presiden. Dia bukan seorang raja, tetapi seorang pekerja sewaan, menerima gaji dari pajak kita.” lanjutnya.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved