Kuota BBM Subsidi Habis Agustus 2022, Kemungkinan Harga Pertalite dan Solar Naik September

Mulai bulan September 2022, masyarakat harus siap membeli BBM yang kemungkinan harganya akan naik. Besar kenaikan Partalite dan Solar lagi dihitung.

Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Aktivitas SPBU dan Menkeu Sri Mulyani. Mulai bulan September 2022, masyarakat harus siap membeli BBM yang kemungkinan harganya akan naik. Besar kenaikan Partalite dan Solar lagi dihitung. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Perlu masyarakat ketahui! Kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar akan habis Agutus 2022.

Mulai bulan September 2022, masyarakat harus siap membeli BBM yang kemungkinan harganya akan naik. Berapa besar kenaikan Partalite dan Solar masih sementara dihitung pemerintah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kuota Pertalite dan Solar berpotensi habis pada September dan Oktober 2022.

Baca juga: Pertalite Rp 17.200 per Liter tanpa Subsidi, Sandiaga Uno Setuju Impor Minyak Murah Rusia

Artinya, anggaran subsidi dan kompensasi untuk kedua BBM bersubsidi itu akan habis sebelum akhir tahun. Ia menjelaskan, pemerintah telah menetapkan kuota Pertalite sebanyak 23,05 juta kiloliter (KL) pada 2022.

Namun, hingga Juli 2022 realisasi konsumsi Pertalite di masyarakat ternyata sudah mencapai 16,84 juta KL.

"Setiap bulan (konsumsinya) 2,4 juta KL. Kalau ini diikuti, bahkan akhir September ini habis untuk (kuota) Pertalite," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Kamis (25/8/2022).

Sementara untuk Solar, pemerintah telah menetapkan kuotanya sebanyak 14,91 juta KL untuk 2022, tetapi realisasi konsumsinya sudah mencapai 9,88 juta KL hingga Juli 2022.

Jika mengikuti tren konsumsi itu maka sebelum akhir tahun kuota Solar sudah habis. "Jadi kalau ikuti tren ini, bulan Oktober habis kuotanya itu (Solar)," imbuhnya.

Baca juga: Petugas SPBU Gorontalo Siaga Tunggu Pengumuman Kenaikan Harga Pertalite

Sri Mulyani sebut subsidi Pertalite-Solar banyak dinikmati orang kaya Bendahara Negara itu mengatakan, pada dasarnya konsumsi Pertalite dan Solar yang sudah hampir memenuhi batas kuota itu, lebih banyak dinikmati orang kaya.

Artinya, hanya sedikit dari anggaran subsidi dan kompensasi BBM yang dinikmati oleh orang miskin.

Ia menjelaskan, dari anggaran subsidi dan kompensasi energi tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp 502,4 triliun, di antaranya mencakup alokasi untuk Pertalite sebesar Rp 93 triliun dan alokasi untuk Solar sebesar Rp 143 triliun.

Pemerintah berencana menghapus jenis bensin Premium dan Pertalite secara bertahap pada tahun 2022.

Sayangnya, anggaran Pertalite dan Solar itu malah lebih banyak dinikmati oleh orang kaya, sebab banyak orang dengan daya ekonomi yang mampu lebih memilih mengonsumsi BBM bersubsidi.

"Solar dalam hal ini dari Rp 143 triliun itu sebanyak 89 persen atau Rp 127 triliunnya yang menikmati adalah dunia usaha dan orang kaya," ungkap dia.

Baca juga: Isu Harga Pertalite Naik Jadi Rp 10 Ribu per Liter, Adnan Entengo Minta Pemerintah Pikir Efek Domino

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved