Pertalite Rp 17.200 per Liter tanpa Subsidi, Sandiaga Uno Setuju Impor Minyak Murah Rusia

Harga kekonomian Pertalite Rp 17.200 per liter. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno setuju impor minyak dari Rusia.

Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Petugas SPBU kembalikan uang dan Menparekraf Sandiaga Uno. Harga kekonomian Pertalite Rp 17.200 per liter. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno setuju impor minyak dari Rusia. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Harga kekonomian Pertalite Rp 17.200 per liter. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno setuju impor minyak dari Rusia.

Kata Sandiaga Uno, harga minyak Rusia 30 persen lebih murah dari harga minyak dunia hingga dapat mengatasi ancaman jebol subsisi energi yang mencapai Rp 502,4 triliun.

Lanjut Sandiaga Uno, risiko jika Indonesia diembargo Amerika Serikat paling masyarakat tidak makan McDonalds.

Baca juga: Update Info Wisata: Sandiaga Uno Dorong Event, Bali Jadi Tempat Paling Bahagia di Dunia

Seperti diketahui, harga keekonomian BBM jenis Pertalite seharusnya dibanderol Rp 17.200 per liter jika dijual mengikuti fluktuasi harga minyak dunia. Namun saat ini harga jual Pertalite hanya Rp 7.650 per liter.

Sandiaga Uni mengatakan, tidak takut menghadapi embargo Amerika Serikat, jika Indonesia mengimpor minyak dari Rusia.

Sandiaga Uno menerangkan, perang antara Rusia - Ukraina menguntungkan. Rusia per hari dengan menjual harga minyak 30 persen di bawah harga minyak dunia mengalami keuntungan 5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per hari.

Menurut Sandiaga, Rusia sudah menawarkan ke Indonesia untuk membeli minyak 30 persen lebih murah dari harga internasional.

Hal tersebut, membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan untuk membeli minyak dari Rusia.

Baca juga: Punya Elektabilitas Moncer, Sandiaga Uno Jagoan PAN dan Berpeluang Diusung KIB

"Rusia kan sudah nawarin ke kita, minyak kita nih hanya 30 persen lebih murah dari harga pasar internasional.

Kalau buat teman-teman CEO ambil tidak? Ambil. Pak Jokowi mikirnya sama ambil," kata Sandiaga dikutip Senin, (22/8/2022).

Namun, ucap Sandiaga Uno, langka untuk membeli minyak dari Rusia masih dipertimbangkan. Sebab, ada pihak-pihak yang tidak setuju lantaran mempertimbangkan jika Indonesia di embargo oleh AS.

"Ya biarin sajalah kalau kita diembargo paling kita tidak makan McDonalds, makan Baba Rafi lah dan kadang-kadang apa yang kita lihat itu sangat berbeda dari perspektif mungkin geopolitik dari segi makro ekonomi, tapi ini memang tantangan ya karena barat ini kan ya mau bagaimanapun mereka kontrol teknologi payment," tutur Sandiaga Uno.

Menurut Sandiaga Uno, di situasi dan kondisi ekonomi global yang tidak menentu karena pandemi serta adanya perang Rusia-Ukraina saat ini, menuntut untuk bersikap bijak.

"Tegas untuk tidak pro terhadap salah satu negara, namun justru harus pandai mengambil peluang dengan kalkulasi yang matang demi kebangkitan ekonomi, terciptanya 4,4 juta lapangan kerja baru bagi masyarakat hingga tahun 2024," kata Sandiaga Uno.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Pakai Baju Adat Sulteng Pimpin Upacara 17 Agustus di Kepulauan Seribu

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved