Senin, 9 Maret 2026

Pertalite Rp 17.200 per Liter tanpa Subsidi, Sandiaga Uno Setuju Impor Minyak Murah Rusia

Harga kekonomian Pertalite Rp 17.200 per liter. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno setuju impor minyak dari Rusia.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Pertalite Rp 17.200 per Liter tanpa Subsidi, Sandiaga Uno Setuju Impor Minyak Murah Rusia
Kolase TribunGorontalo.com
Petugas SPBU kembalikan uang dan Menparekraf Sandiaga Uno. Harga kekonomian Pertalite Rp 17.200 per liter. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno setuju impor minyak dari Rusia. 

"Optimis, kita bisa melewati badai ini dengan baik melalui beragam inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Serta beragam kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu," tutur Sandiaga Uno.

Subsidi Energi Jebol jika Harga BBM Tak Naik

Kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar, tampaknya bakal terjadi dalam waktu dekat.

Dimana diketahui, saat ini harga minyak dunia mengalami fluktuasi. Hal tersebut berdampak kepada anggaran subsidi energi, khususnya BBM serta listrik yang meningkat tajam, dan ini berpotensi rawan jebol.

Ditambah lagi, saat ini kuota BBM subsidi jenis Pertalite kian tipis.

Sejumlah pejabat di pemerintahan secara kompak juga memberikan sinyal kuat terkait rapuhnya anggaran belanja negara jika kembali menggelontorkan subsidi untuk sektor energi.

Jajaran pejabat yang dimaksud mulai dari para Menteri hingga Wakil Presiden.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan adanya potensi anggaran subsidi energi jebol, atau lebih dari pagu anggaran yang ditetapkan dalam APBN 2022.

Sri Mulyani mengatakan, pada tahun ini pagu anggaran subsidi energi yang terdiri dari BBM, elpiji, dan listrik mencapai Rp 502,4 triliun.

"Kami melihat dengan volume yang cukup besar, ini (anggaran subsidi energi) bisa mungkin terlewati," ucap Sri Mulyani seperti dilansir Kompas.

Sebagaimana diketahui, belanja subsidi energi mengalami peningkatan signifikan pada tahun ini, seiring dengan melonjaknya harga minyak mentah dunia.

Asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN 2022 telah diubah menjadi 100 dolar AS per barrel, dari semula hanya 63 dolar AS per barrel.

Tingginya subsidi komoditas energi juga menjadi salah satu alasan utama proyeksi anggaran belanja pada tahun ini membengkak, menjadi Rp 3.169,1 triliun.

Padahal, tanpa adanya lonjakan subsidi energi, target belanja negara sebenarnya hanya mencapai Rp 2.714,1 triliun.

Adapun pada tahun depan, pagu anggaran subsidi energi akan mengalami penurunan, namun masih tetap tinggi yakni sebesar Rp 336,7 triliun.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved