Di Brunei, BBM Rp 3.800 per Liter: Kenapa Pertalite Indonesia Mahal? Ini Penjelasannya
Harga BBM bensin termurah RON 95 (Pertamax RON 92) di Malaysia Rp 6.780 per liter. Di Brunai, bensin Shell Regular (RON 90) dijual Rp 3.800 per liter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/270822-SMI-2.jpg)
Petronas Malaysia ini mendekati produk Pertamax Turbo (RON 98) di SPBU Pertamina yang harga terbarunya saat ini adalah Rp 17.900 per liter. Meski harga BBM di Malaysia relatif sangat murah, namun bukan berarti jadi yang paling murah di Asia Tenggara.
Harga bensin di Malaysia hanya kalah oleh Brunai Darussalam, Negeri Jiran lain yang selama ini terkenal memanjakan warga negaranya dengan BBM murah.
Baca juga: Petugas SPBU Gorontalo Siaga Tunggu Pengumuman Kenaikan Harga Pertalite
Dikutip dari laman Brunei Shell Marketing Company Sendirian Berhad (BSM), harga bensin Shell Regular (RON 90) dijual seharga Rp 3.800 per liter, Shell Super (RON 92) Rp 5.500 per liter, Shell V-Power (RON 95) Rp 8.500 per liter.
Namun membandingkan kebijakan subsidi BBM di Indonesia dan Malaysia juga kurang tepat. Indonesia saat ini memiliki jumlah populasi 275 juta jiwa.
Sementara Malaysia penduduknya 32,37 juta jiwa. Jumlah populasi warga negara Malaysia bahkan masih lebih rendah dibandingkan seluruh penduduk Jawa Tengah yang tercatat 34,55 juta jiwa atau menempati peringkat ketiga provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia. Bendera nasional Malaysia yang rusak terlihat berkibar di depan Menara Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia.
Faktor lain yang harus diperhatikan, selain menikmati harga BBM lebih murah, Malaysia juga memiliki GDP per kapita jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Pada tahun 2020, GDP per kapita Indonesia adalah sebesar 3.869 dollar AS atau setara dengan Rp 55,57 juta.
Sementara GDP per kapita Malaysia tiga kali lipatnya, yakni 10.401 dollar AS atau setara Rp 149,40 juta.
aporan Picodi yang dikutip dari The Malaysian Reserve, juga menyebutkan bahwa Malaysia berada di peringkat kelima dalam hal rasio harga bensin paling terjangkau dengan gaji rata-rata setelah mengesampingkan negara-negara di Timur Tengah.
Di mana satu orang warga Malaysia dapat membeli 1.707 liter bensin dengan satu kali gaji sebulan. Selandia Baru berada di peringkat keempat dengan 1.852 liter, sedangkan Korea Selatan di peringkat ketiga dengan 1.908 liter.
Di tempat kedua adalah Jepang dengan 2.006 liter.
Australia menduduki puncak daftar, di mana satu gaji dapat membeli 3.783 liter bensin.
Di luar grafik, bagaimanapun untuk negara-negara Petrodollar di Timur Tengah seperti Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab memiliki rasio lebih besar lagi.
Di mana satu gaji dapat membeli antara 4.900 dan 6.500 liter bensin.
Subsidi BBM Harga BBM di Malaysia yang relatif sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain tak lepas dari kebijakan subsidi pemerintah.
Seperti halnya Indonesia, pemerintah Malaysia juga memberikan subsidi pada produk BBM-nya.