Jumat, 13 Maret 2026

Kisah Nani Wartabone: Tangkap Pejabat Belanda, Lawan Jepang-Permesta hingga Jadi Petani Kecil

Nani Wartabone mendirikan Jong Gorontalo di Surabaya, menangkap pejabat Belanda di Gorontalo, melawan pendudukan Jepang. Ceritanya akhir jadi petani.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Kisah Nani Wartabone: Tangkap Pejabat Belanda, Lawan Jepang-Permesta hingga Jadi Petani Kecil
Kolase TribunGorontalo.com
Potret Nani Wartabone. Tokoh patriotik Nani Wartabone mendirikan Jong Gorontalo di Surabaya, menangkap pejabat Belanda di Gorontalo, melawan pendudukan Jepang. Ceritanya akhir jadi petani. 

Mendirikan Jong Gorontalo Perjuangan nyata seorang Nani Wartabone dimulai pada tahun 1923, yaitu dengan mendirikan Jong Gorontalo.

Pada organisasi kedaerahan itu, Nani Wartabone dipercaya menjabat sebagai sekretaris.

Selain itu, Nani Wartabone juga bergabung ke dalam Partai Nasional Indonesia (PNI) Cabang Gorontalo, dan pernah ditunjuk menjadi ketua.

Suatu hari pada tahun 1931, Nani Wartabone yang sedang memimpin rapat PNI Gorontalo kedatangan pihak Belanda.

Maksud kedatangan Belanda itu tidak lain adalah untuk membubarkan rapat PNI yang digelar Nani.

Namun, Nani Wartabone dengan lantang melawan upaya pembubaran itu dengan mendemonstrasikan lagu Indonesia Raya.

Nani Wartabone juga tercatat aktif di organisasi Persyarikatan Muhammadiyah.

Dalam beberapa catatan disebutkan, maksud Nani Wartabone masuk Muhammadiyah bertujuan untuk menghindarkan umat dari pandangan yang merugikan Islam itu sendiri.

Pada tahun 1941, Nani Wartabone membentuk Komite 12, sebuah organisasi rahasia untuk menghadapi Perang Pasifik.

Sedangkan pada tahun berikutnya, Nanti memimpin pemberontakan dan menyatakan kemerdekaan Indonesia di Gorontalo.

Peristiwa ini disebut juga dengan Hari Proklamasi Gorontalo atau Hari Kemerdekaan Gorontalo. Latar belakang peristiwa ini adalah masuknya tentara Jepang ke Manado, dan membuat orang-orang Belanda ketakutan.

Setelah bebas dari penjara, Nani Wartabone menjadi sosok pemimpin Gorontalo. Sejumlah jabatan pernah diembannya.

Dia juga memimpin rakyat Gorontalo menumpas pemberontakan PRRI dan Permesta.

Namun demikian, Nani Wartabone meninggal dunia justru bukan sebagai pejabat melainkan sebagai petani di desa terpencil.

Nani Wartabone meninggal dunia bersamaan dengan azan salat Jumat pada tanggal 3 Januari 1989 di Suwawa, Gorontalo. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nani Wartabone: Peran, Perjuangan, dan Permesta"

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved