Jumat, 6 Maret 2026

Kelangkaan Solar di SPBU Tilamuta-Gorontalo Sebabkan Antrean Truk Sepanjang 1 Km

Kendaraan roda empat jenis truk itu, mengular sepanjang 1 kilometer (km) di jalan Trans Sulawesi, ....

Tayang:
Penulis: Redaksi |
zoom-inlihat foto Kelangkaan Solar di SPBU Tilamuta-Gorontalo Sebabkan Antrean Truk Sepanjang 1 Km
TribunGorontalo.com/Ist
Potret SPBU Tilamuta. Tampak sejumlah truk tengah mengantre solar pada Rabu (15/6/2022) 

Laporan Ronal Rampi dan Boalemo

TRIBUNGORONTALO.COM, Tilamuta - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjadi di Kabupaten Boalemo.

Pantauan TribunGorontalo.com, kelangkaan menyebabkan antrean puluhan kendaraan bermesin diesel.

Kendaraan roda empat jenis truk itu, mengular sepanjang 1 kilometer (km) di jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Hungayonaa Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo pada Rabu(15/6/2022).

Sejumlah truk bahkan telah mengantre sejak Rabu pagi, dan menyita hampir setengah bahu jalan.

Tami (48), seorang pengemudi mobil truk yang ditemui TribunGorontalo.com mengungkapkan, dirinya sudah mengantri di lokasi itu sejak pukul 06.00 WITA. 

"Saya dari jam 6 pagi disini, sampai sekarang belum bergerak antrian," bebernya.

Sebelumnya, Tami mengaku baru saja melakukan aktivitas bongkar muat di wilayah Limboto, Kabupaten Gorontalo.  

Dia menyebut, di SPBU sedang terjadi kekosongan stok BBM jenis solar.

"Solar katanya masih kosong. SPBU masih menunggu pengiriman dari Depo, dan biasanya jam 4 sore sudah dibongkar. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda mobil tangki masuk," ujarnya.

Kelangkaan BBM jenis solar ini, kata Tami, tidak hanya ditemui di SPBU Tilamuta.

Di beberapa wilayah yang ada di Gorontalo, sampai ke wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, juga mengalami kondisi serupa.

"Antrean begini, saya lihat dari arah Sulteng di Lambunu. Masuk Gorontalo, mulai dari Popayato, Randangan, Marisa sampai Tilamuta sini juga antre. Wilayah Limboto juga saya lihat begitu," beber Tami.

Akibat kelangkaan tersebut, Tami mengaku tak jarang dia bersama rekan sopir lainnya harus memilih menginap di SPBU.

Jika tidak demikian, bisa saja mereka tak kebagian jatah untuk mengisi BBM jenis solar karena habis. 

Untuk itu, Tami pun berharap agar kondisi kelangkaan solar ini bisa segera teratasi.

"Harapannya, solar bisa kembali normal. Kasihan, kita yang melakukan perjalanan jauh begini. Sekarang itu, umumnya kita harus bermalam di SPBU. Jadi tolong, kalau bisa pemerintah mengatur kembali supaya ini Solar bisa tersedia lagi," tukasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved