Bule Jerman 'Beli' Pulau Saronde-Gorontalo Utara, Begini Tanggapan Akademisi UNG
Privatisasi lokasi wisata pantai di Pulau Saronde harus memperhatikan aspek sosial masyarakat pesisir.
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/10062022_Pulau-Saronde_.jpg)
Namun, wisatawan harus minimal menginap tiga malam di tempat ini.
Artinya harus menyiapkan dana sekitar Rp 15 juta untuk sekali liburan.
"Wisatawan lokal boleh datang, siapapun boleh datang, tapi harus membayar 5 juta rupiah untuk satu hari,” kata Ferlando, manager Blue Bay Divers Saronde Island kepada TribunGorontalo.com.
Namun, pria itu tidak menjelaskan layanan apa saja yang didapatkan oleh wisatawan selama bermalam.
Hanya saja, memang tempat ini tidak dibuka untuk wisatawan massal.
Warga lokal yang biasanya datang untuk sekadar berfoto-foto, kini tidak diizinkan masuk.
Ia menyebut, masih banyak pulau alternatif yang bisa digunakan untuk sekadar foto-foto.
Saronde akan dikelola dengan profesional. Misalnya saja, wisatawan yang menginap dan membuang sampah sembarangan, akan dikenakan denda.
“Ini semua agar kita disiplin,” tutup Anke Andree, WNA yang juga lancar logat Manado, Sulawesi Utara. (*)