Minggu, 8 Maret 2026

Bule Jerman 'Beli' Pulau Saronde-Gorontalo Utara, Begini Tanggapan Akademisi UNG

Privatisasi lokasi wisata pantai di Pulau Saronde harus memperhatikan aspek sosial masyarakat pesisir.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Bule Jerman 'Beli' Pulau Saronde-Gorontalo Utara, Begini Tanggapan Akademisi UNG
TribunGorontalo.com
Pulau Saronde yang kini memiliki nama jual Sarode Blue Bay Divers kini tidak lagi gratis untuk wisatawan. 

Laporan Sri Aprilia Mayang, wartawan TribunGorontalo.com dari Gorut

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - 'Privatisasi' lokasi wisata pantai di Pulau Saronde harus memperhatikan aspek sosial masyarakat pesisir.

Demikian dikatakan Faizal Kasim, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Negeri Gorontalo.

Kata Faisal, pengelolaan secara profesional lokasi wisata pantai di Pulau Saronde sangat bagus. Dia yakin investor akan patuh dan peduli dengan kelestarian biota laut.

"Invertor juga perlu perhatikan kehidupan masyarakat nelayan yang bergantung dari sumber daya perikanan di wilayah itu," ujar lulusan Universitas Sam Ratulangi ini kepada TribunGorontalo.com, Jumat (10/6/2022) malam.

Pembantu Dekan FPIK UNG ini berpendapat, pola kemitraan investor dan masyarakat pesisir akan menjadi semacam solusi.

"Masyarakat pesisir perlu diberdayakan. Kan investor punya dana Corporate social responsibility atau CSR," ujar Faizal.

Faizal Kasim, Dosen FPIK Universitas Negeri Gorontalo
Faizal Kasim, Dosen FPIK Universitas Negeri Gorontalo (Facebook)

Nasib Festival Saronde

Festival Saronde yang jadi event tahunan Pemerintah Gorontalo Utara, kini kehilangan tempat setelah Pulau Saronde disewakan ke investor asal Jerman

Sebab, walaupun digelar di pulau lain, tentu akan berbeda namanya. Lagian, selama ini yang menarik animo masyarakat ke festival itu karena ada dukungan dari landscape Pulau Saronde. 

“Benar mungkin tahun depan Festival Saronde itu sudah buka kami lagi (Pemerintah Gorut) yang melaksanakan,” ungkap Yasin Ali, staf Pariwisata Kabupaten Gorontalo Utara kepada TribunGorontalo.com. 

Menurut dia, pihaknya kemungkinan tidak bisa lagi menempatkan Festival Saronde di Pulau Saronde, karena memang saat ini sudah dikelola pihak ketiga. 

Terlebih, pulau itu kini menjadi destinasi wisata privat premium. Artinya, pasarnya memang khusus wisatawan international.

Namun, tidak menutup kemungkinan nanti Festival Saronde akan dikelola oleh investor tersebut. 

Rancangan dan konsepnya tentu akan juga dilakukan sendiri oleh investor itu. 

“Mereka yang akan menentukan konsep nya seperti apa kita tunggu saja,” tambah Yasin.

Alternatif lain kata Yasin, bisa saja festival tahunan itu digelar di tempat lain. 

“Kalau event tahunan itu tetap akan kami akan adakan, hanya saja mungkin sudah buka di Saronde lagi, bisa jadi di Pulau Diyonumo, Pantai Minanga atau pulau-pulau lainya,” tutup Staf Pariwisata Gorut tersebut.

Sebelumnya, Anke Andree, investor Jerman mengaku menjadi penyewa Pulau Saronde, Gorontalo Utara.

Ia mengelola Pulau Saronde setelah pengelola sebelumnya, PT Gorontalo Alam Bahari (GAB) diputus kontraknya oleh pemerintah setempat. 

Anke pun mengaku, akan mengelola Saronde dengan profesional.

Seperti bisnis-bisnisnya yang lain, Anke kini mengelola Pulau Saronde dengan nama jual Blue Bay Divers Saronde Island. 

Selain Saronde, Anke juga katanya menyewa satu pulau lainnya di Gorontalo Utara. 

Meski tidak menyebutkan nama pulau, namun ditemui TribunGorontalo.com, Anke menunjuk Pulau Bogisa. 

Anke mengaku menggelontorkan dana miliaran untuk bisa mengelola pulau yang berada di Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara. 

Durasi kontraknya mencapai 3o tahun atau hingga 2052. 

Karena itu, terhitung sejak hari ini, 10 Juni 2022, Blue Bay Divers Saronde Island akan mulai menerima tamu. 

Potret Anke Andre berkacamata di sebuah pantai. Foto doc
Potret Anke Andre berkacamata di sebuah pantai. Foto doc (TribunGorontalo.com)

Ia menyebut, kini tempat itu adalah destinasi wisata privat premium

Benar saja, harganya bisa jadi tidak ramah kantor wisatawan lokal. 

Sebab, biaya bermalam di tempat ini mencapai Rp 5 juta. Itu untuk dua orang atau satu pasangan. 

Namun, wisatawan harus minimal menginap tiga malam di tempat ini.

Artinya harus menyiapkan dana sekitar Rp 15 juta untuk sekali liburan. 

"Wisatawan lokal boleh datang, siapapun boleh datang, tapi harus membayar 5 juta rupiah untuk satu hari,” kata Ferlando, manager Blue Bay Divers Saronde Island kepada TribunGorontalo.com. 

Namun, pria itu tidak menjelaskan layanan apa saja yang didapatkan oleh wisatawan selama bermalam. 

Hanya saja, memang tempat ini tidak dibuka untuk wisatawan massal. 

Warga lokal yang biasanya datang untuk sekadar berfoto-foto, kini tidak diizinkan masuk. 

Ia menyebut, masih banyak pulau alternatif yang bisa digunakan untuk sekadar foto-foto. 

Saronde akan dikelola dengan profesional. Misalnya saja, wisatawan yang menginap dan membuang sampah sembarangan, akan dikenakan denda. 

“Ini semua agar kita disiplin,” tutup Anke Andree, WNA yang juga lancar logat Manado, Sulawesi Utara. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved