Bule Jerman 'Beli' Pulau Saronde-Gorontalo Utara, Begini Tanggapan Akademisi UNG
Privatisasi lokasi wisata pantai di Pulau Saronde harus memperhatikan aspek sosial masyarakat pesisir.
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/10062022_Pulau-Saronde_.jpg)
“Mereka yang akan menentukan konsep nya seperti apa kita tunggu saja,” tambah Yasin.
Alternatif lain kata Yasin, bisa saja festival tahunan itu digelar di tempat lain.
“Kalau event tahunan itu tetap akan kami akan adakan, hanya saja mungkin sudah buka di Saronde lagi, bisa jadi di Pulau Diyonumo, Pantai Minanga atau pulau-pulau lainya,” tutup Staf Pariwisata Gorut tersebut.
Sebelumnya, Anke Andree, investor Jerman mengaku menjadi penyewa Pulau Saronde, Gorontalo Utara.
Ia mengelola Pulau Saronde setelah pengelola sebelumnya, PT Gorontalo Alam Bahari (GAB) diputus kontraknya oleh pemerintah setempat.
Anke pun mengaku, akan mengelola Saronde dengan profesional.
Seperti bisnis-bisnisnya yang lain, Anke kini mengelola Pulau Saronde dengan nama jual Blue Bay Divers Saronde Island.
Selain Saronde, Anke juga katanya menyewa satu pulau lainnya di Gorontalo Utara.
Meski tidak menyebutkan nama pulau, namun ditemui TribunGorontalo.com, Anke menunjuk Pulau Bogisa.
Anke mengaku menggelontorkan dana miliaran untuk bisa mengelola pulau yang berada di Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara.
Durasi kontraknya mencapai 3o tahun atau hingga 2052.
Karena itu, terhitung sejak hari ini, 10 Juni 2022, Blue Bay Divers Saronde Island akan mulai menerima tamu.
Ia menyebut, kini tempat itu adalah destinasi wisata privat premium
Benar saja, harganya bisa jadi tidak ramah kantor wisatawan lokal.
Sebab, biaya bermalam di tempat ini mencapai Rp 5 juta. Itu untuk dua orang atau satu pasangan.