Bule Jerman 'Beli' Pulau Saronde-Gorontalo Utara, Begini Tanggapan Akademisi UNG
Privatisasi lokasi wisata pantai di Pulau Saronde harus memperhatikan aspek sosial masyarakat pesisir.
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/10062022_Pulau-Saronde_.jpg)
Laporan Sri Aprilia Mayang, wartawan TribunGorontalo.com dari Gorut
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - 'Privatisasi' lokasi wisata pantai di Pulau Saronde harus memperhatikan aspek sosial masyarakat pesisir.
Demikian dikatakan Faizal Kasim, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Negeri Gorontalo.
Kata Faisal, pengelolaan secara profesional lokasi wisata pantai di Pulau Saronde sangat bagus. Dia yakin investor akan patuh dan peduli dengan kelestarian biota laut.
"Invertor juga perlu perhatikan kehidupan masyarakat nelayan yang bergantung dari sumber daya perikanan di wilayah itu," ujar lulusan Universitas Sam Ratulangi ini kepada TribunGorontalo.com, Jumat (10/6/2022) malam.
Pembantu Dekan FPIK UNG ini berpendapat, pola kemitraan investor dan masyarakat pesisir akan menjadi semacam solusi.
"Masyarakat pesisir perlu diberdayakan. Kan investor punya dana Corporate social responsibility atau CSR," ujar Faizal.
Nasib Festival Saronde
Festival Saronde yang jadi event tahunan Pemerintah Gorontalo Utara, kini kehilangan tempat setelah Pulau Saronde disewakan ke investor asal Jerman.
Sebab, walaupun digelar di pulau lain, tentu akan berbeda namanya. Lagian, selama ini yang menarik animo masyarakat ke festival itu karena ada dukungan dari landscape Pulau Saronde.
“Benar mungkin tahun depan Festival Saronde itu sudah buka kami lagi (Pemerintah Gorut) yang melaksanakan,” ungkap Yasin Ali, staf Pariwisata Kabupaten Gorontalo Utara kepada TribunGorontalo.com.
Menurut dia, pihaknya kemungkinan tidak bisa lagi menempatkan Festival Saronde di Pulau Saronde, karena memang saat ini sudah dikelola pihak ketiga.
Terlebih, pulau itu kini menjadi destinasi wisata privat premium. Artinya, pasarnya memang khusus wisatawan international.
Namun, tidak menutup kemungkinan nanti Festival Saronde akan dikelola oleh investor tersebut.
Rancangan dan konsepnya tentu akan juga dilakukan sendiri oleh investor itu.