Bule Jerman 'Beli' Pulau Saronde-Gorontalo Utara, Begini Tanggapan Akademisi UNG

Privatisasi lokasi wisata pantai di Pulau Saronde harus memperhatikan aspek sosial masyarakat pesisir.

Penulis: redaksi | Editor: lodie tombeg
TribunGorontalo.com
Pulau Saronde yang kini memiliki nama jual Sarode Blue Bay Divers kini tidak lagi gratis untuk wisatawan. 

Laporan Sri Aprilia Mayang, wartawan TribunGorontalo.com dari Gorut

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - 'Privatisasi' lokasi wisata pantai di Pulau Saronde harus memperhatikan aspek sosial masyarakat pesisir.

Demikian dikatakan Faizal Kasim, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Negeri Gorontalo.

Kata Faisal, pengelolaan secara profesional lokasi wisata pantai di Pulau Saronde sangat bagus. Dia yakin investor akan patuh dan peduli dengan kelestarian biota laut.

"Invertor juga perlu perhatikan kehidupan masyarakat nelayan yang bergantung dari sumber daya perikanan di wilayah itu," ujar lulusan Universitas Sam Ratulangi ini kepada TribunGorontalo.com, Jumat (10/6/2022) malam.

Pembantu Dekan FPIK UNG ini berpendapat, pola kemitraan investor dan masyarakat pesisir akan menjadi semacam solusi.

"Masyarakat pesisir perlu diberdayakan. Kan investor punya dana Corporate social responsibility atau CSR," ujar Faizal.

Faizal Kasim, Dosen FPIK Universitas Negeri Gorontalo
Faizal Kasim, Dosen FPIK Universitas Negeri Gorontalo (Facebook)

Nasib Festival Saronde

Festival Saronde yang jadi event tahunan Pemerintah Gorontalo Utara, kini kehilangan tempat setelah Pulau Saronde disewakan ke investor asal Jerman

Sebab, walaupun digelar di pulau lain, tentu akan berbeda namanya. Lagian, selama ini yang menarik animo masyarakat ke festival itu karena ada dukungan dari landscape Pulau Saronde. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved