Hindari Sanksi Barat, China Mulai Batasi Hubungan dengan Rusia

Pemerintah China dilaporkan telah melarang maskapai penerbangan Rusia untuk memasuki wilayah udaranya.

Editor: lodie tombeg
tribunnews
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping 

Deripaska tidak dijatuhi sanksi karena potensi dampaknya terhadap produksi aluminium di Jerman dan negara-negara lain.

Berlin juga telah mengamankan transaksi yang dikatakan 'sangat penting' untuk membeli, mengimpor dan mengangkut berbagai logam termasuk titanium, aluminium dan tembaga.

Perjanjian tersebut, telah menimbulkan kekecewaan di antara negara-negara Sanctionista di perbatasan dengan Rusia dan Ukraina.

Saat ini, pemboman kota-kota Ukraina terus berlanjut meskipun para pejabat AS memperkirakan bahwa setidaknya 7.000 tentara Rusia telah tewas dalam pertempuran itu dan 14.000 hingga 21.000 lainnya terluka.

Kiev dihantam rudal pada Kamis dini hari, puing-puing roket yang ditembak jatuh menghantam blok apartemen 16 lantai dan menewaskan satu orang.

Mariupol, kota yang terkepung di selatan Ukraina, juga terus mendapat ancaman karena pejabat kota memperkirakan bahwa setidaknya 2.400 orang kini telah tewas di sana.

Meski begitu, penasihat walikota Petro Andriushchenko mengatakan jumlah korban sebenarnya bisa mencapai 20.000 ketika pencarian korban benar-benar dilakukan.

Perhitungan Andriushchenko itu bahkan sebelum sebuah teater di kota yang menampung hingga 1.200 warga sipil itu dihantam dan dihancurkan oleh pasukan Rusia Rabu malam.

Presiden Volodymyr Zelensky menyebut serangan itu 'memilukan', sementara Joe Biden mencap Putin sebagai 'penjahat perang'.

Korban jiwa dari serangan itu tidak jelas.

Tetapi pejabat Kota mengatakan Kamis pagi bahwa evakuasi sedang berlangsung.

Tidak jelas berapa banyak orang yang berada di dalam pada saat itu.

Meskipun jumlah korban tewas meningkat, pembicaraan damai antara kedua belah pihak terus berlanjut.

Proposal konkret untuk gencatan senjata sedang dibahas.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved