Konflik Rusia vs Ukraina

Putin Senang Perusahaan Asing Angkat Kaki, Orang Kaya Ukraina Protes

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, dia senang beberapa perusahaan asing telah meninggalkan Rusia, Kamis (26/5/2022).

Editor: Lodie Tombeg

Lembaga Penelitian dan Peninjauan Ahli bank VEB mengatakan, peningkatan pembayaran sosial akan memperlambat tetapi tidak mencegah penurunan pendapatan riil, upah dan pensiun Rusia setelah inflasi diperhitungkan.

Bahkan, dengan kenaikan 10 persen dalam upah minimum dan pensiun pensiun, VEB memperkirakan pendapatan riil yang dapat dibelanjakan Rusia turun 7,5 persen dan upah ril turun hampir 6 persen tahun ini.

VEB juga memperkirakan kemiskinan akan meningkat menjadi 12,6 persen tahun ini dari 11 persen pada 2021.

Orang Terkaya Ukraina Bakal Gugat Rusia

Orang terkaya Ukraina, Rinat Akhmetov mengatakan berencana menuntut Rusia atas kerugian yang disebabkan oleh pemboman pabrik baja miliknya di kota Mariupol.

Dia menyebutkan mengalami kerugian sebesar US$17 miliar hingga US$20 miliar.

Akhmetov merupakan produsen baja terbesar Ukraina Metinvest.

Pabrik baja Azovstal mengalami kerusakan parah akibat pemboman dan penembakan Rusia setelah pabrik yang luas itu menjadi benteng pertahanan terakhir di kota pelabuhan selatan.

Pabrik Baja dan Besi Illich, yang juga dimiliki oleh Rinat Akhmetov, juga rusak parah selama penembakan Rusia di Mariupol.

"Kami pasti akan menuntut Rusia dan menuntut kompensasi yang layak untuk semua kerugian dan bisnis yang hilang," kata Akhmetov, sebagaimana dikutip dari CNA.

Rinat pun mengungkap soal berapa banyak uang yang hilang Metinvest karena kerusakan Azovstal dan Illich.

"Biaya penggantian ... karena agresi Rusia adalah dari 17 hingga 20 miliar dolar AS. Jumlah akhir akan ditentukan dalam gugatan terhadap Rusia," kata dia.

Miliarder Akhmetov telah melihat kerajaan bisnisnya hancur sebelum perang oleh delapan tahun pertempuran di timur Ukraina setelah separatis pro-Rusia mengambil alih petak-petak wilayah di sana.

Sejak invasi Rusia pada 24 Februari, Metinvest telah mengumumkan tidak dapat memberikan kontrak pasokannya.

Sementara Grup SCM keuangan dan industri Akhmetov melayani kewajiban utangnya, produsen listrik swastanya DTEK telah merestrukturisasi portofolio utangnya, katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved