Konflik Rusia vs Ukraina

Putin Senang Perusahaan Asing Angkat Kaki, Orang Kaya Ukraina Protes

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, dia senang beberapa perusahaan asing telah meninggalkan Rusia, Kamis (26/5/2022).

Editor: Lodie Tombeg

Putin berjanji bahwa upaya Barat untuk mengisolasi Rusia akan gagal.

Ia mengatakan ekonomi maju sedang bergulat dengan spiral inflasi, rantai pasokan yang rusak, dan krisis pangan tepat ketika pusat kekuatan ekonomi global telah pindah ke Asia.

"Perwakilan bisnis kita tentu menghadapi masalah, terutama di bidang rantai pasokan dan transportasi."

"Tapi bagaimanapun, semuanya bisa disesuaikan, semuanya bisa dibangun dengan cara baru," ujar Putin.

“Bukan tanpa kerugian pada tahap tertentu, tetapi itu membantu kami menjadi lebih kuat."

"Bagaimanapun, kami pasti memperoleh kompetensi baru, kami mulai memusatkan sumber daya ekonomi, keuangan, dan administrasi kami pada bidang terobosan," jelasnya.

Cara Putin Melindungi Rusia dari Inflasi

Sebelumnya, Vladimir Putin memerintahkan kenaikan 10 persen di pensiun dan upah minimum untuk melindungi Rusia dari inflasi, Rabu (25/5/2022).

Namun, ia membantah masalah ekonomi negara itu semua terkait dengan perang di Ukraina.

Dengan inflasi tahunan mendekati 18 persen bulan lalu, pemimpin Kremlin mengakui bahwa 2022 akan menjadi tahun yang "sulit" bagi ekonomi Rusia.

"Ketika saya mengatakan 'sulit', itu tidak berarti semua kesulitan ini terkait dengan operasi militer khusus," kata Putin dalam pertemuan Dewan Negara yang disiarkan televisi di Moskow, dikutip dari CNA.

"Karena di negara-negara yang tidak melakukan operasi apa pun - katakanlah, di luar negeri, di Amerika Utara, di Eropa - inflasi sebanding dan, jika Anda melihat struktur ekonomi mereka, bahkan lebih dari kita," ucap Putin.

Kenaikan pensiun mulai berlaku 1 Juni, sementara kenaikan upah minimum dimulai pada 1 Juli.

Para analis mengatakan langkah-langkah itu tidak akan mencegah penurunan tajam dalam pendapatan riil.

Seperti diketahui, ekonomi Rusia telah diguncang oleh rentetan sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dijatuhkan atas keputusannya untuk mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved