Konflik Rusia vs Ukraina

Barat Ingin Ubah Ukraina Jadi Koloni Mereka: Ini Kata Ajudan Putin

Barat sedang berusaha mengikat Ukraina dengan kewajiban keuangan dan politik, sehingga generasi masa depan Ukraina harus membayarnya.

Editor: Lodie Tombeg
AFP/ Alexander Vilf
Vladimir Putin 

TRIBUNGORONTALO.COM - Barat sedang berusaha mengikat Ukraina dengan kewajiban keuangan dan politik, sehingga generasi masa depan Ukraina harus membayarnya.

Demikian dikatakan pembantu Presiden Rusia Vladimir Putin, Vladimir Medinsky pada Minggu (22/5/2022).

"(Barat sedang berusaha untuk) memperbudak Ukraina, untuk mengikatnya dengan kewajiban keuangan dan politik, yang sayangnya, akan mengubah Ukraina menjadi koloni," katanya dalam wawancara dengan saluran televisi ONT Belarus.

Ia sempat menyinggung negara Afrika yang menerima bantuan AS dan Inggris.

"Saya tidak bermaksud menyakiti salah satu negara Afrika tetapi nasib seperti itu selalu menyedihkan - nasib mereka yang mengambil bantuan seperti itu dari Inggris dan Amerika," kata Medinsky, dikutip dari TASS.

"Mereka harus berpikir dua kali tentang itu," tambahnya memperingatkan.

Menurut dia, pihak berwenang Ukraina mengerti itu dengan sangat baik.

"Mereka bukan orang bodoh, mereka memahaminya dengan baik. Mereka hanya berharap bukan mereka, tetapi generasi mendatang yang harus membayar harganya," katanya.

Medinsky menilai, bantuan Barat ke Ukraina merupakan usaha untuk menyakiti lawannya yakni Rusia.

"Tentu saja, ini bukan hanya tentang menyakiti Rusia. Ini tentang membuat Rusia hancur berkeping-keping."

"Mereka bukan yang pertama memikirkannya," ujar Medinsky.

"Tidak ada yang berhasil," pungkasnya.

Rusia Siap Negosiasi

Ajudan Putin, Vladimir Medinsky, dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa Rusia siap melanjutkan pembicaraan dengan Ukraina.

"Kami, di pihak kami, siap untuk melanjutkan dialog. Tetapi saya ingin menekankan bahwa bola pembicaraan damai lebih lanjut ada di pengadilan Ukraina. Pembekuan pembicaraan adalah inisiatif sepenuhnya Ukraina," katanya dalam wawancara, lapor TASS.

Menurutnya, Moskow tidak pernah menolak pembicaraan damai termasuk di tingkat atas.

Ia mengatakan, Presiden Putin sudah berulang kali menegaskan hal tersebut.

"Masalahnya adalah persiapan serius diperlukan untuk pertemuan tingkat atas, pertemuan antara presiden," kata Medinsky, menambahkan bahwa dokumen harus dirancang untuk pertemuan semacam itu.

"Kepala negara harus bertemu untuk mencapai kesepakatan akhir dan menandatangani dokumen, tetapi tidak untuk mengambil foto," jelasnya.

Menurut Medinsky, sebulan yang lalu pihak Rusia merujuk kepada pihak Ukraina sebuah rancangan perjanjian dan sejumlah posisi utamanya telah disepakati.

Namun menurutnya, Kiev tidak memiliki niat untuk melanjutkan dialog tersebut.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan perang hanya bisa diselesaikan melalui diplomasi.

"Akhirnya akan melalui diplomasi," katanya kepada saluran televisi Ukraina.

Perang "akan berdarah, akan ada pertempuran tetapi hanya akan berakhir secara definitif melalui diplomasi."

Negosiasi antara Kiev dan Moskow terhenti, dengan kedua negara saling menyalahkan.

Masalah utama yang menghambat pembicaraan adalah apakah Rusia harus mempertahankan wilayah yang telah direbutnya dalam perang, atau menarik kembali ke perbatasannya yang diakui secara internasional. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ajudan Putin Sebut Barat Ingin Memperbudak Ukraina secara Finansial

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved